Momentum Membersihkan Hati dan Menguatkan Persaudaraan di Halal Bihalal PSHT Ponorogo

BUSERJATIM.COM –

Ponorogo — Pendopo Kabupaten Ponorogo menjadi saksi hangatnya jalinan persaudaraan warga PSHT Cabang Ponorogo Pusat Madiun dalam gelaran halal bihalal, Ahad (5/4/2026). Kegiatan ini tak sekadar seremonial tahunan, tetapi juga menjadi ruang refleksi untuk membersihkan hati sekaligus mempererat hubungan antarperguruan pencak silat di Bumi Reog.

Bacaan Lainnya

Acara tersebut dihadiri Plt. Bupati Ponorogo Lisdyarita, jajaran Forkopimda, Ketua IPSI Kabupaten Ponorogo Miseri Effendi, serta perwakilan berbagai perguruan silat. Kehadiran lintas elemen ini menegaskan pentingnya semangat persaudaraan dalam menjaga kondusivitas daerah.

Ketua panitia, Agus Setiaji, menekankan pentingnya membuka pintu maaf dengan penuh keikhlasan. Menurutnya, halal bihalal menjadi momentum untuk menanggalkan ego dan membersihkan diri dari kesalahan masa lalu.

“Manusia tidak lepas dari salah. Maka di momen ini, mari kita saling memaafkan dengan tulus, berjabat tangan, saling menatap, dan mempererat kembali persaudaraan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PSHT Cabang Ponorogo, Moh Komarudin, mengapresiasi kehadiran seluruh tamu undangan, khususnya Plt. Bupati Ponorogo. Ia menyebut halal bihalal sebagai perekat hubungan, tidak hanya antarwarga PSHT, tetapi juga antarperguruan dan pemerintah daerah.

“Ini adalah kebersamaan dalam satu bingkai persaudaraan. Seperti kertas putih, mari kita isi dengan tinta emas kebaikan yang akan selalu kita kenang,” ungkapnya.

Komarudin juga menegaskan optimisme terhadap keberlangsungan nilai-nilai luhur PSHT. Menurutnya, selama nilai persaudaraan dijaga, organisasi akan tetap kuat dan relevan di tengah masyarakat.

Dalam sambutannya, Lisdyarita menilai PSHT bukan sekadar organisasi pencak silat, melainkan rumah besar yang menanamkan nilai kebersamaan dan kedamaian. Ia mengapresiasi peran aktif PSHT dalam menjaga stabilitas sosial di Ponorogo.

“Atas nama pemerintah daerah, kami berterima kasih kepada PSHT yang terus berkontribusi menjaga kondusivitas dan harmoni di tengah masyarakat,” katanya.

Kegiatan semakin bermakna dengan tausiyah yang disampaikan Kasanun. Ia mengingatkan bahwa kunci keselamatan hidup terletak pada kemampuan mengendalikan diri dan konsistensi dalam beramal saleh.

“Kendalikan diri, jangan mudah emosi, dan isi hidup dengan amal kebaikan. Dari situlah keberhasilan dan keselamatan dunia akhirat akan diraih,” pesannya.

Halal bihalal PSHT Ponorogo ini menjadi penegas bahwa kekuatan sejati tidak hanya terletak pada fisik, tetapi pada kejernihan hati dan eratnya persaudaraan.

Pos terkait