Warga Maccubbu dan Pemerintah Bersinergi, Jalan Alternatif di Tonyamang Kembali Normal Pasca Longsor

BUSERJATIM.COM –

Maccubbu — Jalan alternatif atau jalan kebun di RT/RW 001/001 Lingkungan Maccubbu, Kelurahan Tonyamang, Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang, kini kembali dapat difungsikan secara normal setelah sebelumnya mengalami kerusakan akibat longsor yang dipicu intensitas hujan tinggi, Jumat (24/05/2026).

Curah hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut beberapa kali menyebabkan saluran air tidak mampu menampung debit air. Akibatnya, sebagian besar badan jalan mengalami longsor dan mengganggu aktivitas masyarakat setempat.

Melihat kondisi tersebut, masyarakat Maccubbu secara swadaya bergotong royong melakukan pengerjaan perbaikan jalan alternatif tersebut agar kembali bisa dilalui warga tanpa kendala.

Dalam proses pengerjaan, hadir pula Kepala Lingkungan, Lurah Tonyamang, serta Camat Patampanua sebagai bentuk dukungan dan perhatian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat.

Salah satu warga mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas respon cepat pemerintah setempat terhadap kondisi yang dialami warga.

“Kami masyarakat Maccubbu mengucapkan banyak terima kasih atas tanggapan dan perhatian pemerintah setempat. Kehadiran pemerintah merupakan wujud perhatian atas masalah yang kami alami,” ujarnya dengan penuh rasa syukur.

Warga lainnya juga berharap agar pemerintah terus memberikan perhatian terhadap berbagai kebutuhan masyarakat, khususnya terkait infrastruktur dan penanganan bencana di lingkungan mereka.

“Ke depannya semoga pemerintah lebih memperhatikan lagi segala kebutuhan dan masalah-masalah yang ada di tengah masyarakat,” ungkap warga lainnya.

Adapun material yang digunakan dalam pengerjaan jalan tersebut meliputi beberapa buah pipa pembuangan air, batu gunung, timbunan sertu, semen, batu merah, hingga pembangunan bak kolam guna memperkuat struktur jalan dan saluran air.

Kembalinya fungsi jalan alternatif tersebut tentu membawa dampak positif bagi masyarakat. Jalan tersebut menjadi akses penting untuk aktivitas sehari-hari seperti bekerja, pergi ke sekolah, hingga mendukung distribusi hasil pertanian dan aktivitas perdagangan masyarakat setempat maupun warga dari luar wilayah.

Semangat gotong royong masyarakat bersama dukungan pemerintah diharapkan menjadi contoh kolaborasi dalam menjaga infrastruktur desa agar tetap aman dan bermanfaat bagi seluruh warga.

Pos terkait