MALANG | BUSERJATIM.COM – Dinamika politik internal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Malang kian menghangat jelang pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab). Sejumlah nama mulai mencuat ke permukaan, memantik diskursus kader hingga simpatisan terkait figur ideal yang layak menakhodai partai berlambang bola dunia dan sembilan bintang tersebut.
Agenda Muscab sendiri dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 29 Maret 2026, bertempat di Hotel Grand Miami Kepanjen. Forum ini diproyeksikan menjadi momentum strategis untuk menentukan arah kepemimpinan dan konsolidasi politik PKB di Kabupaten Malang ke depan.
Di tengah menguatnya bursa kandidat, nama H. Ali Murtadlo, SH., M.AP atau yang akrab disapa Gus Tadlo menjadi salah satu figur yang paling santer diperbincangkan. Tak sekadar populer, Gus Tadlo dinilai memiliki paket lengkap sebagai pemimpin partai: pengalaman, basis massa, serta rekam jejak elektoral yang solid.
Saat ini, Gus Tadlo menjabat sebagai Bendahara DPC PKB Kabupaten Malang. Ia juga dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Malang periode 2024–2029—posisi strategis yang menuntut ketajaman analisa serta keberanian dalam memperjuangkan kepentingan publik.
Nama Gus Tadlo kian diperhitungkan setelah pada Pileg 2024 lalu berhasil mencatatkan diri sebagai peraih suara terbanyak di internal PKB dengan capaian sekitar 18.500 suara. Raihan ini bukan sekadar angka, melainkan indikator kuat legitimasi politik di akar rumput.
Tak hanya kuat di ranah politik formal, Gus Tadlo juga ditempa dari lingkungan pesantren. Ia merupakan alumnus Pesantren Al Falah Ploso yang dikenal melahirkan kader-kader Nahdliyin militan. Jejak organisasinya pun cukup panjang, mulai dari pernah menjabat Ketua MWC NU Jabung hingga dipercaya sebagai Komandan Banser Kabupaten Malang dan Wakil Komandan Banser Jawa Timur.
Di parlemen, gaya kepemimpinan Gus Tadlo dikenal lugas dan progresif. Ia kerap tampil vokal dalam mengawal kebijakan publik, khususnya yang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat Kabupaten Malang.
Sejumlah kalangan internal PKB menilai, kombinasi antara kekuatan elektoral, pengalaman organisasi, serta kedekatan dengan basis Nahdlatul Ulama menjadi modal kuat bagi Gus Tadlo untuk memimpin DPC PKB Kabupaten Malang ke depan.
“PKB butuh figur yang tidak hanya kuat di struktur, tapi juga punya daya dorong elektoral dan kedekatan dengan masyarakat. Gus Tadlo memenuhi kriteria itu,” ungkap salah satu kader PKB yang enggan disebutkan namanya.
Muscab kali ini pun diprediksi tidak sekadar menjadi ajang pergantian kepemimpinan, namun juga arena konsolidasi besar dalam menghadapi tantangan politik ke depan. Siapa pun yang terpilih nantinya, diharapkan mampu menjaga soliditas partai sekaligus memperkuat posisi PKB di Kabupaten Malang.
Publik kini menanti, apakah Gus Tadlo benar-benar akan mendapat mandat penuh dari kader untuk menjadi nahkoda baru PKB Kabupaten Malang, ataukah akan muncul kejutan dari kandidat lain di detik-detik akhir Muscab.(Ghufron/Red)






