BUSERJATIM.COM, Kabupaten Malang – Jamaah haji mandiri di Kabupaten Malang menunjukkan kekompakan dan solidaritas tinggi meskipun berasal dari latar belakang yang beragam. Mereka terdiri dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari pengusaha, birokrat, akademisi, petani hingga ulama.
Perbedaan latar belakang tersebut justru menjadi kekuatan tersendiri. Para jamaah tetap solid, kompak, serta menjunjung tinggi semangat kolaboratif dengan saling membantu dalam setiap proses persiapan ibadah haji.
Sekretaris Koordinator Calon Jamaah Haji Mandiri Kabupaten Malang, Muhammad Rosyid, M.Pd, yang dijadwalkan berangkat pada musim haji 2026, menyampaikan bahwa kekompakan menjadi kunci utama dalam menjaga kebersamaan antar jamaah.
Ia juga mengapresiasi peran Kementerian Agama Kabupaten Malang yang terus memberikan pendampingan kepada jamaah haji mandiri.
“Kemenag sangat membantu, mulai dari pengarahan, pembinaan hingga memberikan fasilitas tempat untuk koordinasi dan manasik. Bahkan kami juga mendapatkan arahan terkait pembimbing manasik yang benar-benar kompeten,” tambahnya.
Senada dengan itu, Ketua Koordinator Calon Jamaah Haji Mandiri Kabupaten Malang, Moh Latif, menegaskan bahwa kekompakan jamaah tidak lepas dari upaya menyatukan visi dan misi bersama.
“Kami berkomitmen menjaga kekompakan ini. Dengan adanya fasilitasi dari Kemenag, baik tempat maupun pembimbing manasik, jamaah menjadi lebih terarah dan siap menghadapi rangkaian ibadah haji,” ungkapnya.
Menurutnya, sinergi antara jamaah dan Kemenhaj Kabupaten Malang menjadi faktor penting dalam menciptakan jamaah yang mandiri namun tetap terarah secara syariat dan teknis pelaksanaan ibadah.
Dengan kolaborasi yang terjalin erat ini, seluruh calon jamaah haji mandiri Kabupaten Malang diharapkan dapat menjalankan ibadah haji tahun 2026 dengan lancar, khusyuk, serta meraih predikat haji mabrur.(Ghufron)






