MALANG – buserjatim.com – Kisah perjuangan orang tua dalam mengantarkan anak-anaknya meraih pendidikan dan masa depan yang lebih baik selalu menjadi inspirasi. Salah satunya datang dari Bapak Jarum Harianto, warga Dusun Duren RT 056 RW 005, Desa Arjowilangun, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang.
Di tengah keterbatasan ekonomi, Jarum Harianto dan sang istri setiap hari bekerja sebagai buruh tani. Ketika musim tebang tebu tiba, ia juga bekerja sebagai buruh tebang tebu. Selain itu, dirinya juga menjalankan usaha beternak sapi pedaging untuk menopang kebutuhan keluarga sekaligus membiayai pendidikan ketiga anaknya.
Bagi Jarum, pekerjaan apa pun akan dijalani selama halal dan mampu memberikan masa depan yang lebih baik bagi anak-anaknya.
“Saya selalu siap bekerja keras demi pendidikan anak-anak, agar mereka mempunyai masa depan yang lebih baik,” ungkap Jarum Harianto.(16/08/2026).
Perjuangan tersebut perlahan membuahkan hasil. Ketiga anaknya kini telah menempuh pendidikan dan memiliki jalan masa depan masing-masing.
Anak pertama telah menyelesaikan pendidikan S1 Farmasi UMM dan saat ini melanjutkan pendidikan profesi apoteker. Anak kedua berhasil menjadi prajurit TNI Angkatan Udara dan berdinas di Lanud Abdulrachman Saleh Malang. Sementara anak ketiga, seorang putri, saat ini telah menyelesaikan pendidikan S1 Psikologi di UIN Malang dan bersiap mengikuti wisuda, tinggal menunggu jadwal wisuda.
Bagi seorang ayah yang selama bertahun-tahun mengandalkan tenaga sebagai buruh tani dan buruh tebang tebu, pencapaian ketiga anak tersebut tentu menjadi kebanggaan tersendiri.
Namun, Jarum tidak melihat keberhasilan itu semata-mata sebagai prestasi keluarga. Ia justru berharap perjuangannya dapat menjadi penyemangat bagi para orang tua lainnya, khususnya keluarga yang hidup dalam keterbatasan ekonomi, agar tidak menyerah memperjuangkan pendidikan anak.
Momentum HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 menjadi semakin bermakna bagi keluarga Jarum Harianto.
Di tengah suasana peringatan kemerdekaan, kisah perjuangan seorang ayah dari pelosok desa tersebut menjadi gambaran bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui upacara dan berbagai perlombaan, tetapi juga melalui perjuangan nyata masyarakat untuk membangun kehidupan dan masa depan generasi penerus.
“Kemerdekaan juga harus diisi dengan semangat bekerja, berjuang dan memberikan pendidikan yang terbaik untuk anak-anak,” menjadi semangat yang tercermin dari perjalanan hidup Jarum.
Tim media buserjatim.com berkesempatan mewawancarai Jarum Harianto setelah kegiatan do’a bersama malam 17 Agustus di Desa Arjowilangun, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang.
Sosok Jarum menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi bukan alasan untuk mematikan cita-cita anak. Dengan kerja keras, ketekunan, doa dan kepedulian terhadap pendidikan, seorang buruh tani mampu mengantarkan ketiga anaknya menuju jenjang pendidikan dan profesi yang membanggakan.
Apa yang dilakukan Jarum Harianto menjadi pelajaran penting bahwa pendidikan anak bukan hanya tentang kemampuan ekonomi, tetapi juga tentang keteladanan, pengorbanan dan konsistensi orang tua.
Setiap tetes keringat yang keluar ketika bekerja di sawah, ketika menebang tebu, maupun ketika merawat sapi, menjadi bagian dari perjuangan panjang untuk masa depan anak-anaknya.
Kisah sederhana dari Dusun Duren, Desa Arjowilangun ini layak menjadi inspirasi bagi masyarakat luas. Di usia Republik Indonesia yang ke-81, semangat Jarum Harianto mengingatkan kita bahwa kemerdekaan sejati juga berarti memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk mendapatkan pendidikan, meraih cita-cita dan membangun masa depan yang lebih baik.(Ghufron/Red)






