news  

GELAR!!! Aksi Damai Majelis Peradilan Rakyat dalam ” Gerakan Rakyat Kediri Menggugat” Tuntut Turunkan Harga BBM

BUSERJATIM.COM || KEDIRI Raya-
17 Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Ormas se-Kediri Raya melakukan aksi unjuk rasa damai di Simpang Lima Gumul Kabupaten Kediri, Minggu (25/9/2022).

Demo mulai dari menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga masalah yang persoalan yang ada di negeri kita Indonesia. Aksi ini dilaksanakan sejak pagi jam 08.00 Wib, dengan dilaksanakan senam massal serta hiburan Elektun, sehingga banyak peserta aksi dan pengunjung dihari libur diarea Tugu SLG.

Setelah usai senam kemudian secara bergantian orasi dimulai dengan berbagai tuntutan adanya pemerintah menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Sedangkan demo oleh sejumlah LSM se kabupaten Kediri mengusung tema, “Majelis Peradilan Rakyat Menggugat”, Serta menggalang tanda tangan menolak adanya kenaikan BBM. Kang Khoirul Anam selaku aktifis senior, menyampaikan orasinya kita ini warga masyarakat yang berdemokrasi bebas menyampaikan pendapat dan Pagawai Sipil Pemerintah (PNS), dulu sekarang Aparatur Sipil Negara (ASN) Adalah pelayan masyarakat bukan untuk dilayani, “Jadi Bosnya ya Rakyat”(masyarakat Nusantara sabang sampai merauke/ Rakyat Indonesia), “Harusnya mumpuni dan bijaksana dalam mengelola kebijakan, Ungkapnya.

Pada Orasi Kedua yang disampaikan Oleh Tokoh Muda ,Ahson juga praktisi Hukum cukup dikenal di Kediri, dengan lantang Orasinya memberikan Edukasi pada semua yang hadir dalam aksi damai ini, mulai dari Kenaikan BBM Kasus Sambo dan Kasus Km 50 di Jakart. Hendaknya penegakan hukum yang se-adil-adilnya, pungkasnya.

Kami juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi yg sebesar besarnya atas SUPPORT /dukungan semua dulur-dulur, sehingga acara bisa berjalan dgn baik dan bahkan istimewa , tidak lupa juga semua karena kehendak dan berkah Allah SWT, eratkan persaudaraan ini agar kita tidak bisa di gembosi dan di lemahkan oleh orang-orang, ormas-ormas dan aparat yang tidak sejalan dan mendukung langkah perjuangan mulia kita, ucap aktifis Ahmad Sholeh LSAJ.

saya atas nama pribadi dan kordinator penanggung jawab acara, mengucapkan terima kasih yang tak terhingga atas terlaksananya acara Sidang Mahkamah Rakyat hari ini Minggu 25 September 2022 dari awal sampai akhir. Semoga apa yg kita perbuat hari ini bisa menjadi inspirasi gerakan rakyat secara Nasional, Ucap Khoirul Anam Aktifis Senior.

setelahnya Orasi dilanjutkan peradilan rakyat, yang mana masukan dan pendapat berbagai elemen di anspirasikan kepada hakim yang ditunjuk Bapak Karim Amirulloh,SH. Tidak lupa para pengurus punggawa LSM yang lainya dan aksi Damai berjalan dengan lancar yang dikawal anggota Polres Kediri jajaran, TNI serta Sat Pol PP kabupaten Kediri. Aksi damai selesai sampai siang siang jam 11.30, “Aman terkendali.”

“Rakyat harus berani dan merasa sebagai pemilik negeri ini bukan justru sebaliknya. Kita ini seolah olah sebagai jongos/babu dinegeri ini padahal negeri ini pemiliknya adalah rakyat, pegawai negeri sipil (PNS/ASN) itu adalah pekerja rakyat begitu juga wakil kita yang duduk di dewan, mereka itu dibayar oleh uang rakyat untuk bekerja mensejahterakan kita. Wakil kita ditugasi untuk mengawasi pekerja kita sehingga mereka akan bekerja secara maksimal untuk mensejahterakan masyarakat, “tegasnya.

Dijelaskan, bahwa Gerakan rakyat Kediri menggugat tersebut diikuti oleh sekitar 17 LSM/Ormas yang ada di Kediri Raya. Pada giat tersebut juga digelar Sidang Majelis Perwakilan Rakyat dimana dalam sidang rakyat tersebut masyarakat Kediri raya menyampaikan inspirasi atau pendapatnya dan keluh kesahnya kepada ketua majelis sidang yang terhormat.

Selanjutnya hasil sidang tersebut akan diserahkan Ke Ketua MPR RI Bambang Susatyo di Jakarta. Selain itu juga digelar spanduk putih yang ditanda tangani oleh semua elemen masyarakat yang lewat dan rencananya tanda tangan dan tuntutan tersebut juga akan diserahkan ke DPRD Kabupaten Kediri dan DPRD Kota Kediri yang selanjutnya akan diserahkan ke Ketua MPR RI.Tetap Selalu Menjaga Prokes 6 M. (Hary/Team)

Penulis: Hary/RedEditor: Harijono