Gerakan Nurani Bangsa Soroti Kondisi Indonesia: Ketidakadilan, Kekerasan Aparat hingga Krisis Kepekaan Kemanusiaan

JAKARTA, buserjatim.com — Gerakan Nurani Bangsa (GNB) menilai Indonesia tengah berada dalam situasi yang memprihatinkan. Berbagai persoalan mulai dari ketidakadilan, demonstrasi yang terus terjadi, hingga kekerasan aparat dan tindakan-tindakan amoral yang berujung pada jatuhnya korban jiwa menjadi perhatian serius.

Hal tersebut disampaikan Sinta Nuriyah Wahid dalam Sarasehan Kemerdekaan yang digelar di Grha Pemuda, Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Selasa (11/8/2026).

Dalam forum tersebut, Sinta menyoroti semakin memudarnya kepekaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menurutnya, kondisi tersebut seharusnya menjadi bahan refleksi bersama, terutama bagi para penyelenggara negara agar kebijakan yang diambil benar-benar berpihak kepada kepentingan rakyat.

Sinta berharap negara mampu mengedepankan keadilan, kemanusiaan, kedaulatan sipil, serta supremasi hukum dalam menjalankan pemerintahan.

“Negara harus hadir untuk rakyat. Keadilan dan kemanusiaan tidak boleh kehilangan tempat dalam penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara,” menjadi semangat yang mengemuka dalam forum tersebut.

Sarasehan Kemerdekaan tersebut tidak hanya membahas persoalan sosial-politik yang sedang terjadi, tetapi juga mengangkat sejumlah isu strategis yang dianggap menentukan arah masa depan Indonesia.

Beberapa persoalan yang menjadi pembahasan antara lain demokrasi, tata kelola pemerintahan, hukum, hak asasi manusia (HAM), pemberantasan korupsi, ekonomi, kebebasan dan peran media, hingga berbagai tantangan Indonesia di masa mendatang.

Forum tersebut menjadi ruang refleksi sekaligus pertukaran gagasan di tengah berbagai persoalan kebangsaan yang dinilai semakin kompleks.

Sejumlah tokoh nasional turut hadir dalam sarasehan tersebut. Di antaranya Emil Salim, Mahfud MD, Kardinal Suharyo, Franz Magnis-Suseno, Omi Komaria, Nurcholish, dan Lukman Hakim Saifuddin.

Kehadiran berbagai tokoh dengan latar belakang berbeda tersebut menunjukkan adanya perhatian bersama terhadap kondisi demokrasi, hukum, kemanusiaan dan masa depan kehidupan berbangsa.

Kemerdekaan Bukan Sekadar Seremonial
Momentum kemerdekaan dinilai tidak semestinya hanya dimaknai melalui kegiatan seremonial. Kemerdekaan juga harus diwujudkan melalui kehidupan masyarakat yang mendapatkan rasa aman, keadilan, kebebasan yang bertanggung jawab, serta perlindungan hukum.

Persoalan ketidakadilan, kekerasan, korupsi dan melemahnya kepercayaan publik terhadap institusi negara menjadi pekerjaan rumah yang membutuhkan keseriusan semua pihak.

Gerakan Nurani Bangsa mendorong agar nilai-nilai kemanusiaan, keadilan dan kedaulatan rakyat kembali ditempatkan sebagai fondasi utama dalam penyelenggaraan negara.

Sebab, kemerdekaan sejatinya bukan hanya terbebas dari penjajahan, tetapi juga memastikan setiap warga negara memperoleh hak, perlindungan, keadilan dan martabat yang sama di hadapan negara.
(Ghufron/Red)

Pos terkait