BUSERJATIM.COM –
Tulungagung – Tradisi manten tebu menjadi simbol dimulainya buka giling Pabrik Gula (PG) Modjopanggoong Tulungagung. Pada tahun 2026, PG Modjopanggoong menargetkan produksi gula mencapai 33.705 ton, (09/05/2026).
Hadir dalam acara Bupati Tulungagung Ahmad Bahrudin bersama tokoh masyarakat dan Forkompinda Tulungagung .
Manten tebu dilambangkan dengan Pramito Rukmini dalam wujud dua boneka manten laki-laki dan perempuan. Tradisi ini sebagai wujud penyatuan dua ikatan antara petani tebu dan pabrik gula.
Manten tebu dimulai dengan arak-arakan dari perkampungan menuju ke PG Modjopanggoong Tulungagung. Boneka manten tebu dibawa keliling dan berakhir dimasukan ke dalam mesin penggilingan.
“Manten tebu merupakan wujud perkawinan dari dua lembaga yang berbeda. Yakni antara sinergitas petani tebu dan pabrik gula,” ujar General Manajer PG Modjopanggoong Tulungagung, Sugianto.
Makna prosesi manten tebu merupakan simbol perkawinan petani tebu dengan pabrik gula untuk membangun sebuah keluarga bahagia. Sehingga dapat menciptakan manfaat bagi masyarakat banyak melalui produksi gula.
“Maknanya perkawinan petani tebu dan pabrik gula bisa mencipatkan keluarga yang harmonis dan bermanfaat bagi banyak orang,” terangnya.
Sugino menjelaskan, target produksi gula PG Modjopanggoong Tulungagung pada tahun 2026 mencapai 33.705 ton. Dengan lama masa giling tebu 161 hari.






