Satgas, Korwil dan Mitra Bangun Pasokan Lokal MBG Pinrang, Bentuk Kelompok Tani Bawang, Sayur Hingga Buah

BUSERJATIM.COM-

PINRANG – Sinergi antara Satgas MBG, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Pinrang, pemerintah desa dan mitra SPPG mulai menunjukkan hasil nyata.

Melalui pembentukan kelompok tani dan penguatan pasokan lokal untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), panen perdana bawang merah di Desa Kaballangan, Kecamatan Duampanua, berhasil menghasilkan 218 kilogram bawang merah grade A yang langsung diserap SPPG setempat.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto sekaligus membangun kemandirian pangan daerah dari tingkat desa.

Berawal dari keresahan mitra SPPG yang kesulitan mendapatkan bahan baku lokal dan masih bergantung pada pasokan dari luar daerah, Ketua Satgas MBG Pinrang Andi Tjalo Kerrang bersama Korwil BGN Pinrang Nining Angreani menggandeng pemerintah desa untuk membentuk kelompok tani sebagai penyuplai kebutuhan dapur MBG.

Kolaborasi tersebut turut melibatkan mitra SPPG Duampanua Pekkabata 02 dan SPPG Watang Sawitto 05, Arifain. Pemerintah Desa Kaballangan kemudian menyiapkan lahan seluas 30 are untuk dijadikan lokasi pilot project pertanian bawang merah.

Seorang petani bernama Anwar (56) dipercaya menjalankan penanaman perdana. Dengan tujuh bedeng sederhana, ia memulai budidaya bawang merah menggunakan 18 kilogram bibit.

“Awalnya kaget karena saya dipercaya untuk memulai pilot project ini. Perasaannya campur aduk, karena ini program prioritas Bapak Presiden,” kata Anwar.

Hasilnya di luar perkiraan. Dari tujuh bedeng tersebut, panen perdana menghasilkan 218 kilogram bawang merah berkualitas baik.

“Percobaan pertama, kami tanam bibit bawang merah 18 kilogram dengan kapasitas tujuh bedeng. Alhamdulillah menghasilkan sebanyak 218 kilogram bawang merah,” ujarnya.

Anwar mengatakan kualitas bawang merah yang dihasilkan cukup memuaskan dengan ukuran besar, padat dan berwarna merah cerah.

“Bawang merah yang tumbuh di tujuh bedeng ini ternyata padat, berwarna merah cerah dan berukuran besar. Ini bukti tanah Pinrang mampu menghasilkan produk yang tidak kalah dari daerah lain,” tuturnya.

Menurutnya, keberhasilan itu tidak lepas dari dukungan Korwil, Satgas dan mitra SPPG yang ikut membantu mulai dari penyediaan sumber air, bibit hingga kebutuhan pertanian lainnya.

“Mitra Pak Arifain membantu pengadaan sumber air melalui sumur bor untuk antisipasi kemarau panjang. Termasuk juga bibit bawang merah, pupuk dan plastik mulsa,” katanya.

Lebih menggembirakan lagi, seluruh hasil panen langsung diserap oleh SPPG Duampanua dan SPPG Watang Sawitto untuk kebutuhan Program MBG. Hal itu memberi kepastian pasar bagi petani lokal.

“Hasilnya kami jual ke SPPG Pekkabata 02 dan SPPG Macorawalie 05 dan itu pun masih kurang. Sekarang kami tahu, apa yang kami tanam ada yang menunggu,” ucap Anwar.

Korwil BGN Pinrang, Nining Angreani mengatakan keberhasilan tujuh bedeng bawang merah tersebut akan menjadi langkah awal pengembangan pertanian terpadu berbasis kebutuhan MBG di Pinrang.

“Dari lahan 30 are yang dipinjamkan Kepala Desa Kaballangan ini akan menjadi titik awal atau pilot project di Duampanua. Yang tadinya tujuh bedeng, sekarang sudah ditambah 13 bedeng baru,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Satgas MBG Pinrang, Andi Tjalo Kerrang menambahkan, pengembangan komoditas lain juga akan segera dilakukan untuk memperkuat rantai pasok pangan lokal bagi MBG.

“Setelah bawang merah, akan kami lanjutkan penanaman kangkung, buncis dan semangka. Sudah ada lahan yang disediakan pemerintah desa,” tuturnya.

Ia berharap model kolaborasi tersebut dapat diterapkan di wilayah lain agar semakin banyak petani lokal terlibat dalam memenuhi kebutuhan bahan baku program MBG sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat desa.

Pos terkait