BUSERJATIM.COM –
NGAWI – Ledakan yang terjadi di dapur penyedia program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Kandangan, Kecamatan Ngawi, berdampak luas terhadap ribuan siswa di wilayah tersebut. Lebih dari 1.500 siswa dilaporkan tidak menerima jatah makanan setelah insiden yang terjadi pada Rabu malam (8/4/2026).
Peristiwa ledakan itu terjadi sekitar pukul 18.51 WIB dan diduga berasal dari alat pengering ompreng di dapur yang baru beroperasi sekitar sepekan. Akibat kejadian tersebut, satu pekerja mengalami luka-luka serta bangunan dapur mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap.
Hingga Kamis (9/4/2026) siang, aktivitas di dapur masih dihentikan sementara. Area lokasi kejadian juga telah dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Dampak dari penghentian operasional dapur MBG ini langsung dirasakan oleh para siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah pertama di Kecamatan Ngawi. Mereka kini kembali membawa bekal makanan dari rumah.
Pihak pengelola dapur diketahui telah mengirimkan pemberitahuan penghentian sementara distribusi MBG kepada sekolah-sekolah penerima melalui pesan WhatsApp pada Rabu malam, beberapa jam setelah kejadian.
Salah satu sekolah terdampak adalah SD Negeri Karangasri 1. Sebanyak 219 siswa yang sebelumnya menerima program MBG kini harus kembali membawa bekal makan siang dari rumah.
Guru SDN Karangasri 1, Betty Idayanti, mengatakan pihak sekolah segera menindaklanjuti informasi tersebut dengan mengimbau orang tua siswa.
“Kami menerima pesan di grup tadi malam bahwa mulai hari ini tidak ada kiriman MBG sampai waktu yang belum ditentukan. Kami langsung mengimbau wali murid untuk membawakan bekal,” ujarnya.
Hal serupa juga terjadi di TK Dharma Wanita Karangasri. Sekitar 40 siswa yang biasanya menerima MBG setiap pagi kini tidak lagi mendapatkan distribusi makanan.
Kepala TK Dharma Wanita Karangasri, Endang Setiyowati, menyebut kebijakan tersebut diambil sebagai dampak langsung dari insiden ledakan.
“Biasanya kami mendapat kiriman MBG, tetapi karena kejadian tadi malam, akhirnya kami meminta anak-anak kembali membawa bekal karena tidak ada distribusi,” katanya.
Dapur MBG tersebut diketahui melayani lebih dari 1.500 siswa di 22 sekolah di wilayah Kecamatan Ngawi. Hingga saat ini, belum ada kepastian kapan distribusi program Makan Bergizi Gratis akan kembali berjalan normal.
Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti ledakan, sekaligus mengevaluasi aspek keamanan operasional dapur guna mencegah kejadian serupa terulang.
red






