MADIUN, Desa Slambur Kecamatan Geger Kabupaten Madiun terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan melalui inovasi pertanian modern. Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), pemerintah desa mengembangkan budidaya sayuran selada dengan sistem hidroponik dalam Program Ketahanan Pangan Tahun Anggaran 2025. (16/4)
Pemanfaatan sistem hidroponik ini dinilai efektif karena tidak membutuhkan lahan luas serta mampu menghasilkan sayuran berkualitas tinggi. Tanaman selada yang dibudidayakan tampak tumbuh subur dalam instalasi pipa paralon yang tersusun rapi, memanfaatkan aliran air bernutrisi sebagai media utama pertumbuhan.
Selain meningkatkan ketersediaan pangan sehat bagi masyarakat, program ini juga diharapkan mampu membuka peluang usaha baru serta meningkatkan pendapatan desa. Dengan metode yang relatif mudah dipelajari, masyarakat sekitar juga didorong untuk ikut mengembangkan budidaya serupa secara mandiri.
Kepala Desa Slambur, Sugeng Wahono, menyampaikan bahwa program ini merupakan langkah strategis desa dalam menghadapi tantangan pangan ke depan.
“Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan inovasi di sektor pertanian. Budidaya selada dengan sistem hidroponik ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan desa, tetapi juga menjadi peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Harapan kami, program ini bisa berkelanjutan dan menjadi contoh bagi desa lain,” ujar Sugeng Wahono.
Ke depan, BUMDes Desa Slambur berencana memperluas skala produksi serta menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk pemasaran hasil panen, sehingga manfaat program ini dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.
red/adv






