Daerah  

KIRAP PUSAKA ATAU TRADISI SURAN ATAU 1.MUHAROM 1444 Hijriyah PEMKAB KAB MAGETAN KERJA SAMA DENGAN DISPARBUD KAB MAGETAN.

MAGETAN, BUSERJATIM.COM— Kabupaten Magetan merupakan sebuah wilayah yang kental dengan ke asline alamnya pada kaki lereng gunung Lawu yang terasa dingin dan banyak peninggalan bersejarah yang ada di bumi kamerdekan ini yang masih mempunyai trah kerajaan Mataram kuno.

Kirap pusaka merupakan simbol bahwa dulu pendiri tanah Jawa yang ada di kabupaten ini banyak makam makam peninggalan yang ada di wilayah tersebut sampai sekarang pun makam tersebut juga di kunjungi tokoh tokoh pejabat yang ada di wilayah tersebut. Dan kegiatan ini sempat terhenti dua tahun lamanya di karenakan kita semua mendapat musibah yang banyak memakan jiwa gak Padang buku tua atau pun remaja dan musibah itu namanya covid 19.

Selama dua tahun mulai dari bulan Maret 2020 sampai Maret 2021 yang hampir semua kegiatan terhenti dan khusus nya para pedagang mpun juga di bikin kalang kabut. Sehingga semua kegiatan tidak bisa di laksanakan dan alhamdulilah pada tahun 2022 ini di awali dengan kegiatan yang ada namun semua warga masyarakat tetap menggunakan protokol kesehatan dengan mencuci tangan dan memakai masker.

Kirap pusaka ini merupakan bentuk puji syukur kepada Allah SWT bahwa musibah yang selama ini sedang melanda gini sudah mulai sirna secara pelan pelan,dan malam ini benda pusaka yang nanti akan di kirap merupakan sebuah pusaka yang setiap bulan Sura pasti di sucikan dan di perkenalkan pada generasi muda agar tahu bahwa di Kabupaten Magetan ini juga ada pusaka yang konon katanya menurut sejarah sebuah benda yang mempunyai nilai historis sebagai simbol pegangan kepada siapa yang memimpin kabupaten Magetan ini dari turun temurun benda pusaka ini masih di akui oleh warga masyarakat kabupaten Magetan. ada pohon ratusan tahun yang berdiri koko di tengah Alon Alon kabupaten Magetan yang berhadapan dengan kantor kerja Bupati Magetan yang sampai sekarang pun masih di gunakan warga masyarakat untuk berteduh dan sebelah barat pun juga berdiri masjid yang kukoh yaitu masjid agung yang dari dulu sampai sekarang pun masih ada dan di gunakan untuk melakukan ibadah sholat dan di sekitaran Alon Alon ini banyak penjual makanan minuman juga areal Alon juga ada taman bermain anak anak,Yang artinya tingkat kehidupan perekonomian para pedagang akan menjadi meningkat berkat dari hasil penjualan di sini yang di kunjungi oleh warga masyarakat kabupaten Magetan setempat maupun dari luar kabupaten. Dalam acara ini nanti pusaka yang akan di kirap juga menempuh jarak yang lumayan jauh mulai dari depan pendopo jl Diponegoro dan kembali ke pendopo Surya graha yang menempuh jarak kurang lebih 10 kilometer dengan berjalan kaki yang di ikuti oleh siswa siswi lembaga pendidikan yang memakai seragam Pramuka begitu juga para pujangga sesepuh serta perguruan silat yang di wakili sesepuh nya dari berbagai macam perguruan pencak silat serta para dayang dayang yang juga ikut berjalan mengikuti langkah demi langkah ikut mengantar kirap pusaka pada hari ini Selasa 2 Agustus 2022 malam rebo legi Surya atau waktu sekitaran jam 21:30 wib atau setengah sepuluh malam yang langsung di pimpin oleh Bupati Magetan Dr. Drs. H. Suprawoto, S.H. M.Si yang memimpin pemberangkatan salah satu pusaka. Piandel meniko yang juga di sucikan bertujuan untuk memberikan berkah, Rahmat kepada seluruh warga masyarakat kabupaten Magetan Kanti atau mendapat ridho Allah SWT. Sebelum acara ini di mulai terlebih dahulu di pimpin doa agar dalam. kegiatan malam ini bisa berjalan lancar dan juga alunan musik Jawa pun terdengar sangat merdu yang sangat tersentuh di dalam sanubari yang kita rasakan begitu mendalam sekali teringat akan para wali juga trah para raja raja saat meliput hati. Acara ini tidak bisa berjalan lancar jika semua pihak tidak ikut membantu dalam pelaksanaan acara tersut dan dari segi keamanan pun satpol.pp juga dari pihak TNI polri juga ikut mengamankan keamanan jalan raya yang nantinya akan di liwati para peserta yang ikut kirap pusaka ini.(Ipung agustina)