Tulungagung, BUSERJATIM.COM – Ramainya perbincangan di media sosial terkait video warga yang mengambil aspal terkelupas di ruas jalan, pasca hujan deras dan banjir, mendapat tanggapan resmi dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tulungagung. Dinas PUPR memastikan bahwa kondisi jalan utama tidak mengalami kerusakan dan tetap berfungsi dengan baik.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tulungagung, Erwin Novianto, menjelaskan bahwa material aspal yang terlihat terkelupas dalam video viral tersebut bukan bagian dari pekerjaan inti proyek jalan Sawo–Gambiran yang dibiayai melalui APBD Kabupaten Tulungagung Tahun Anggaran 2025.
“Hingga kini, struktur jalan utama masih dalam kondisi baik dan layak dilalui kendaraan, meskipun sempat terdampak banjir,” ujar Erwin saat ditemui di ruang kerjanya.
Menurutnya, aspal yang terkelupas tersebut merupakan aspal tambahan di luar perencanaan teknis proyek, dengan luas kurang lebih 10 meter persegi. Aspal itu diberikan oleh penyedia jasa sebagai bentuk tanggung jawab moral untuk menyesuaikan elevasi jalan utama dengan jalan lingkungan sekitar.
“Material tersebut tidak tercantum dalam RAB, shop drawing, maupun as built drawing. Fungsinya hanya sebagai leveling agar masyarakat lebih nyaman saat melintas,” jelasnya.
Erwin juga menegaskan bahwa proyek jalan sepanjang jalan boyolangu sampai tamanan saat ini masih berada dalam masa pemeliharaan hingga November 2026. Dengan demikian, setiap potensi kerusakan yang terjadi pada ruas jalan utama masih menjadi tanggung jawab penyedia jasa.
“Secara teknis, kualitas pekerjaan tidak perlu diragukan. Proyek ini telah melalui pemeriksaan BPK dan dinyatakan sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan,” imbuhnya.
Ia berharap masyarakat tidak langsung menyimpulkan adanya kerusakan proyek hanya dari potongan video di media sosial, serta mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga infrastruktur yang telah dibangun.
“Pemerintah daerah terus berkomitmen meningkatkan kualitas infrastruktur jalan demi mendukung aktivitas ekonomi dan keselamatan pengguna jalan di Kabupaten Tulungagung,” pungkas Erwin.






