Pemuda Pancasila sebut walikota ingkar janji. Polemik Kendaraan Dinas Baru Walikota Probolinggo.

PROBOLINGGO, BUSERJATIM.COM – Walikota Probolinggo dr. Amin usai datangnya kendaraan dinas baru di tengah efisiensi anggaran dan janji menyejahterakan guru ngaji masih belum terlaksana atau adanya pemangkasan insentif.

Sebelumnya, kebijakan Walikota Probolinggo dr. Amin dengan mendatangkan kendaraan dinas baru beberapa waktu lalu mendapat banyak sorotan dari berbagai pihak, tak terkecuali Ansor Kota Probolinggo dan guru ngaji sekarang dari Organisasi Masyarakat Pemuda Pancasila juga sependapat.

“Ketua Pimpinan Cabang SAPMA Pemuda Pancasila Kota Probolinggo,Fajar Ilyas menagih janji politik yg akan menolak pembelian mobil dinas walikota dalam hal ini punya kewanangan menolak atau merubah anggaran di tahun 2025 dikarena walikota merevisi anggaran terkait mobil dinas tapi tidak meniadakan.
 
“Kami juga mengkritik kebijakan pemerintah dalam hal ini Walikota Probolinggo dr. Amin yang malah lebih mementingkan kendaraan dinas daripada untuk kesejahteraan. Tapi saat kritikan kami disampaikan, justru ada pegiat antikorupsi yang juga membela kebijakan pemerintah,” kata Rosy, Kamis (19/3/2026).
 
“Oleh karena itu kami ingatkan kepada Walikota LIRA Probolinggo yang bernama Louis Hariona itu,Terkait MBG mengharuskan relawan dari kota dengan dasar tidak elok tapi urusan mobil dinas dibahas dengan pandangan hukum saja,” tuturnya.

“Walikota Probolinggo dr. Amin mendatangkan mobil baru untuk perjalanan dinas sedangkan insentif guru ngaji malah dipangkas. Dampaknya, banyak guru ngaji mengeluh hingga mengkritik kebijakan Walikota dr. Amin itu,” ujar Agus.

Tentunya, menurut Fajar Ilyas keberpihakan walikota kepada guru ngaji patut dipertanyakan Anggaran guru ngaji dipangkas 2 Miliyar alasan efesiensi akan tetapi membeli mobil dinas tidak masuk dalam program efesiansi. Sebab, seharusnya walikota harus membela kebijakan pemerintah yang pro terhadap rakyat, bukan mengorbankan rakyat.

“Guru ngaji itu bukan beban, melainkan aset bangsa dalam menjaga moral anak-anak bangsa. Hormat kepada guru ngaji, sama halnya menjaga masa depan generasi muda.

*_Umar

Pos terkait