MADIUN – Pondok Pesantren Syariah Capital Market Tahfizh An-Najah yang berlokasi di Dusun Sluru, Kejamulya, Desa Sambirejo, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, menggelar Grand Launching Literasi Kampung Saham Syariah An-Najah Expo, Sabtu (27/2/2026) sore. Kegiatan yang berlangsung pukul 16.00 hingga 17.40 WIB tersebut diikuti sekitar 100 peserta dan berjalan tertib, aman, serta lancar.
Acara ini menjadi momentum penting dalam penguatan literasi keuangan syariah berbasis pesantren, sekaligus menandai komitmen pengembangan edukasi pasar modal syariah di lingkungan masyarakat Kecamatan Jiwan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Madiun Hari Wuryanto, perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Madiun Ibu Wahyu Tamma, Pembina Yayasan Tahfizh An-Najah Ir. H. Arief Musta’in, MBA, Pengasuh Ponpes Ustadz Razas Muhammad Saleh Ginting, Kepala Wilayah BEI Jawa Tengah 2 dan Madiun Jaya Muhammad Wira Adibrata, S.IP., MBA, Camat Jiwan Puguh Wijayanto, STP, unsur Danramil dan Babinsa, Kepala Desa Sambirejo, para masyayikh dan kyai, serta tamu undangan lainnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan Lagu Indonesia Raya, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, hingga sambutan-sambutan.
Dalam sambutannya, Ustadz Razas Muhammad Saleh Ginting menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya grand launching tersebut. Ia menjelaskan bahwa Kampung Saham Syariah dibentuk sebagai sarana edukasi investasi halal berbasis pesantren, sekaligus mendorong santri dan masyarakat agar melek literasi keuangan syariah. Menurutnya, investasi syariah merupakan bagian dari ikhtiar ekonomi umat yang tetap berpegang pada prinsip-prinsip Islam.
Sementara itu, Ir. H. Arief Musta’in, MBA menegaskan visi yayasan dalam mengintegrasikan tahfizh Al-Qur’an, pendidikan formal, dan literasi pasar modal syariah. Ia menilai pembangunan kemandirian ekonomi umat harus dimulai dari edukasi yang benar dan terstruktur. Ia juga mengapresiasi dukungan dari pemerintah daerah serta Bursa Efek Indonesia (BEI) dan berharap Kampung Saham Syariah ini menjadi percontohan di Kabupaten Madiun.
Bupati Madiun Hari Wuryanto dalam sambutannya memberikan apresiasi atas inisiatif pesantren dalam mengembangkan literasi keuangan syariah. Ia menekankan pentingnya pemahaman investasi yang legal dan sesuai regulasi agar masyarakat terhindar dari praktik investasi bodong. Bupati juga secara resmi membuka dan melaunching Kampung Saham Syariah An-Najah Expo, sekaligus mengajak masyarakat memanfaatkan peluang pasar modal secara bijak.
Tausiyah sekaligus edukasi pasar modal syariah disampaikan oleh Muhammad Wira Adibrata. Ia menjelaskan perbedaan antara menabung dan investasi, serta mengenalkan instrumen saham syariah sebagai bagian dari pasar modal yang sesuai prinsip syariah. Ia juga mengingatkan pentingnya literasi dan inklusi keuangan sejak dini serta mengajak santri dan masyarakat memanfaatkan Galeri Investasi Syariah sebagai sarana pembelajaran.
Kegiatan ditutup dengan doa dan sesi foto bersama.
Pelapor menilai bahwa Grand Launching Literasi Kampung Saham Syariah An-Najah Expo merupakan langkah positif dalam meningkatkan literasi keuangan syariah masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Jiwan. Kehadiran unsur Forkopimcam, pemerintah daerah, dan BEI menunjukkan sinergitas yang kuat antara pesantren, pemerintah, dan lembaga keuangan dalam mendukung pemberdayaan ekonomi umat.(fausi)






