BUSERJATIM.COM-
Malang – Semangat konsolidasi relawan kian menguat pasca penetapan kepemimpinan baru di tubuh Projo Jawa Timur. Dalam Konferensi Daerah (Konferda) yang digelar di Ballroom Hotel 101 Kota Malang, Minggu (12/4/2026), Muhammad Sholeh resmi ditetapkan sebagai Ketua DPD PROJO Jatim periode 2026–2031.
Dukungan mengalir dari berbagai daerah, salah satunya dari jajaran DPC PROJO Kabupaten Ngawi. Ketua DPC PROJO Ngawi menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan besar terhadap kepemimpinan Sholeh agar mampu membawa organisasi semakin kompak dan solid.
“Kami mengucapkan selamat kepada Ketua DPD PROJO Jatim yang baru, Bapak Muhammad Sholeh. Semoga ke depan kita semakin kompak dan solid, serta mampu membawa perubahan bagi seluruh DPC di Jawa Timur dan secara nasional,” ujarnya.
Penetapan Sholeh dinilai menjadi momentum penting dalam memperkuat barisan relawan hingga ke tingkat bawah. Dengan visi besar membangun organisasi yang terstruktur dan mengakar, Sholeh langsung tancap gas melalui program kerja 100 hari.
“Kita akan lakukan konsolidasi besar-besaran agar PROJO semakin solid dan terorganisir. Program 100 hari ini wajib tuntas di 38 kabupaten/kota hingga kecamatan dan desa,” tegas Sholeh.
Langkah cepat ini menjadi strategi utama dalam memastikan PROJO hadir sebagai kekuatan rakyat yang nyata dan berdaya guna di tengah masyarakat.
Tak hanya fokus pada penguatan internal, Sholeh juga menegaskan komitmennya dalam mengawal agenda pemerintahan nasional di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
“Kami siap berada di garis depan untuk mensukseskan program pemerintah demi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Dengan dukungan penuh dari daerah seperti Ngawi, PROJO Jawa Timur kini memasuki fase baru: konsolidasi total menuju gerakan relawan yang lebih solid, terorganisir, dan berpengaruh di tingkat nasional. Semangat persatuan dan “satu komando” pun diyakini menjadi kunci dalam membawa perubahan nyata bagi Indonesia.






