Nama Perwira Polisi Disebut dalam Dugaan Aliran Dana Narkoba, Publik Desak Pengusutan Tuntas

BUSERJATIM.COM –

JAKARTA – Pengakuan tersangka kasus narkotika, Abdul Hamid alias Boy, memunculkan sorotan serius. Ia mengaku adanya aliran setoran dalam jaringan yang dijalaninya, dan turut menyebut nama seorang perwira polisi, AKP Malaungi, dalam keterangannya kepada pihak berwenang.

Informasi tersebut kini menjadi perhatian publik karena menyentuh dugaan keterlibatan aparat dalam jaringan peredaran narkotika. Jika terbukti, kasus ini dinilai bukan sekadar pelanggaran hukum biasa, melainkan mencederai kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.

Sejumlah pihak menilai, aparat yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam pemberantasan narkoba justru tidak boleh terlibat dalam praktik ilegal tersebut. Dugaan ini pun memicu desakan agar penanganan perkara dilakukan secara transparan dan profesional.

Publik meminta agar proses hukum tidak berhenti pada pelaku lapangan semata, melainkan juga menyasar pihak-pihak yang diduga memiliki peran lebih besar dalam jaringan tersebut.

“Yang dibutuhkan masyarakat bukan sensasi, tetapi ketegasan. Bongkar sampai tuntas di pengadilan,” menjadi suara yang ramai digaungkan.

Kasus ini juga kembali mengingatkan pentingnya penegakan hukum yang adil tanpa pandang bulu. Masyarakat berharap tidak ada lagi kesan bahwa hukum hanya tegas kepada kalangan bawah, namun ragu menyentuh pihak yang memiliki kekuasaan.

Hingga kini, pihak berwenang masih mendalami keterangan tersangka dan menelusuri aliran dana yang dimaksud guna memastikan kebenaran informasi tersebut.

Pos terkait