BUSERJATIM.COM -KALTENG- Jum’at 28 – Oktober -2022 .
SAMPIT – Berawal dengan adanya tudingan yang tidak mendasar serta asal tuduh, yang berasalkan dari salah seorang oknum pejabat Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Waringin Timur (Kotim) Provinsi Kalimantan Tengah,.
Informasi yang telah berhasil dihimpunkan awak media Buserjatim.com – Kalimantan Tengah, bahwa Oknum Pejabat Dinas Perhubungan (DISHUB) di Kota Waringin Timur berinisial NS diketahui telah memfitnah wartawan beritasampit.co.id, Serta NS yang selaku oknum pejabat Dishub Kotim Enggan menjawab Konfirmasi terkait perihal tersebut hingga memblokir What’s App , .
Adapun fitnah / tudingan itu diketahui, setelah adanya NS melontarkan sebutan nya melalui pesan disalah satu grub obrolan platform media sosial, dimana NS telah menyebutkan bahwa wartawan bernama Jimmy meminta lahan parkir.
“Ijin menyampaikan pak dalam hari Kamis ada 2 wartawan BS mau bertemu saya Ilham Sam Jimy berita Sampit sengaja saya tolak beritanya yg itu itu aja, saya bongkar sekalian mereka mau minta lahan parkir bila ada lelang nanti atau PL biar kita dishub mendengar semua kita profesional aja nanti dalam tahap lelang dan PL tdk membeda bedakan semua berhak mengikuti lelang maupun PL,” kutip pesan NS pada sebuah ruang obrolan grub
Pesan itu ia lontarkan sekitar pukul 19.38 WIB pada Kamis, 27 Oktober 2022. Namun saat dimintai konfirmasi melalui pesan WhatsApp, NS telah memblokir nomor kontak ponsel wartawan beritasampit.co.id
Sementara sebelumnya itu, keduanya telah berkomunikasi sekitar pukul 10.45 WIB, ketika itu wartawan beritasampit.co.id telah memintai komentar untuk konfirmasi terkait data parkir.
“Waktu itu saya mengomentari status NS, saya meminta data pengelola lahan parkir yang tidak menyetorkan pendapatannya. Namun langsung di telpon, sepanjang obrolan di telpon itu memang ada beberapa kali gangguan jaringan sehingga kami terganggu,” ungkap Jimmy.
Lanjutnya, namun saat jaringan kembali normal obrolan berlangsung santai dan lugas, NS meminta kepada beritasampit.co.id mencari penyebab pengelola parkir tidak menyetorkan pendapatannya. Serta NS mengatakan bahwa pihaknya akan menggandeng Kejari dalam pengelolaan lahan parkir agar penyerapannya untuk PAD dapat berjalan optimal.
“Dalam obrolan kami padahal tidak ada beliau marah atau apapun, beliau menjawab pertanyaan biasa saja. Beliau menyebut akan menggandeng Kejari dalam pengelolaan parkir, dimana obrolan kami berlangsung selama empat menit yang dimana beliau menjeskan tentang keterbukaan bahwa pihaknya tidak sedikit pun menutup-nutupi data pengelola lahan parkir yang menunggak retribusinya,” bebernya.
Namun Jimmy mengaku kecewa dan kaget setelah obrolan tangkapan layar menyebut bahwa oknum pejabat Dishub Kotim itu menyebut bahwa wartawan beritasampit.co.id meminta lahan parkir, Tegasnya (. )
(FAUZAN). 010






