Bupati LSM LIRA Probolinggo Samsudin S.H Kirim Somasi ke TNBTS Terkait Event Trail Agustus mendatang

BUSERJATIM.COM // PROBOLINGGO –menjelang adanya Bromo Event Trail dan Mountaine Bike yang akan dilaksanakan bulan Agustus 2022 mendatang,mendapatkan penolakan keras oleh tokoh masyarakat tengger serta pegiat anti korupsi DPD LSM LIRA Probolinggo. Sabtu (23/07/2022)

Dalam pantauan awak media Buser.id, Bupati DPD LSM LIRA Probolinggo Samsudin S.H bersama seluruh jajaran Camat LSM LIRA wilayah Barat berkumpul disalah satu cafe yang ada disekitaran wisata Bromo sebelum menuju ke kantor Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Cemoro Lawang Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo. Sekitar pukul 13.00 wib, pegiat anti korupsi DPD LSM LIRA Probolinggo mendatangi kantor Bidang Pengelolaan Taman Nasional (BPTN) Bromo.Kedatangan Bang Sam,
panggilan akrabnya bupati LiRA Probolinggo itu ingin memberikan surat Somasi (peringatan) atas adanya event trail dan mountain bike yang akan diselenggarakan bulan agustus 2022 mendatang.

Dikantor Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) tersebut tampak hadir juga Kadis Pariwisata,Anggota DPRD Fraksi Nasdem Supoyo,5 kepala desa Ngadisari,Wonotoro,Jetak,Ngadas dan Ngadisari, sesepuh kawasan Bromo,serta panitia Event Trail dan Mountain Bike Agus.

Lebih lanjut bang sam asli putra Probolinggo kelahiran Tiris itu menyampaikan “supaya sebelum memberikan ijin atas event trail dan mountain bike ini alangkah baiknya dikaji ulang dulu dampak positif dan negatifnya.
Agenda ini memang sudah saya agendakan dikarenakan sudah banyak isu yang menyebar dimedia sosial tentang event trail ini.memang betul event trail tersebut mendatangkan banyak pengunjung tapi pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) harus memikirkan juga dampak negatifnya dari event trail tersebut.ujarnya.

Selain itu lautan pasir kawasan Bromo yang selama ini dianggap sakral dan dikeramatkan nantinya akan terusik dengan jejak roda dan suara sepeda trail.bukan jumlah sedikit yang akan didatangkan oleh panitia event trail tersebut,kurang lebih 1000 peserta.saya tau seperti apa trail itu karena saya (bang Sam) juga sering ikut trail,dan yang jelas setiap peserta itu tidak mungkin semuanya akan ngikuti jalur yang sudah dipetakan oleh panitia.Selain itu gak mungkin sepanjang rute trail itu ada petugas keamanannya.terangnya.

Dalam surat somasi (peringatan) dari LSM LIRA Probolinggo itu menyebutkan pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) harus mengkaji ulang atas ijin event trail dan mountain bike dari segi positif dan negatifnya untuk terjaganya lautan pasir kawasan gunung Bromo.selain itu jika pihak TNBTS memberikan ijin untuk acara dan jam yang sama atas event trail dan mountain bike itu. Jika tidak melalui kajian yang cukup,kemudian berdampak pada wisatawan gunung Bromo maka kami LSM LIRA Probolinggo bersama masyarakat Tengger akan melakukan upaya hukum dan menggelar aksi besar besaran didepan kantor TNBTS Cemoro Lawang kecamatan Sukapura kabupaten Probolinggo.

Anggota DPRD probolinggo dari Fraksi Nasdem Supoyo, juga mengatakan hal yang sama yang disampaikan Bupati LSM LIRA Samsudin S.H.,beliau berharap juga dari pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) alangkah baiknya untuk mengkaji ulang atas permohonan ijin event trail dan mountain bike tersebut.selain itu juga 5 kepala desa (Ngadisari,Jetak,Wonotoro,Sapi Kerep dan Ngadisari) perwakilan yang hadir dalam forum tersebut juga berharap hal yang sama untuk mengkaji ulang dampak dari event trail tersebut.

Ditempat yang sama Yoyok warga Bromo Tengger yang juga pelaku usaha mengatakan dengan adanya event trail ini yang akan mendatangkan 1000 lebih pesertanya belum ditambah keluarga dari peserta, nantinya suara motor dari peserta trail tersebut apa tidak mengganggu dan merusak ekosistem yang ada dikawasan gunung Bromo,apalagi dengan leluhur kami yang ada dikawasan Bromo yang pasti akan terganggu.Soalnya dikawasan lautan pasir gunung bromo banyak tempat yang dikeramatkan atupun disucikan.

Masalah promosi gunung Bromo selama ini sudah banyak yang tau baik dari dalam negri maupun luar negri.Para pelaku Jip dan hotel sudah banyak yang mengatakan sebelum mau diadakan event trail ini sudah penuh untuk yang pesan sampai bulan agustus ini,jadi kalau event trail ini benar benar dapat ijin yang jelas saya juga rugi mengembalikan DP dari orang orang yang sudah pesan Jip maupun Hotel. Tuturnya.

Pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dan kadis pariwisata setelah menerima surat somasi (peringatan) dari DPD LSM LIRA Probolinggo,akhirnya mau mempertimbangkan atas ijin event trail dan mountain bike tersebut.

Pewarta Maat S .a.b

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *