BBM Naik, Warga Blitar Serbu BB Alternatif dari Limbah Plastik

BLITAR,BUSERJATIM.COM

Blitar,—-
Seorang pria tamatan SD asal Blitar berhasil membuat bahan bakar alternatif dari sampah plastik.Seiring dengan adanya kenaikan harga BBM.
Bahan bakar alternatif buatan Muryani warga Desa Beru Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar kebanjiran pesanan dari warga.

Pasalnya harga BBM premium hasil pengolahan limbah plastik milik Muryani lebih murah dibanding pertalite.

“Kalau premium saya patok Rp8.000, sedangkan pertalite di SPBU Rp10.000, jadi banyak warga yang pesan,” kata Muryani, seperti dikutip dari Satukanal.com pada Jum’at (16/9/2022).

Untuk diketahui, ilmu mengubah sampah plastik menjadi BBM itu didapat Muryani dari sang ayah, yang menerangkan bahwa semua plastik mengandung gas. Bermula dari situ, pria paruh baya tamatan SD tersebut bereksperimen membuat alat untuk menyuling gas yang dihasilkan dari plastik menjadi BBM.

Muryani mengatakan,Untuk menghasilkan BBM alternatif, awalnya Muryani harus memilah sampah plastik yang bening atau tidak berwarna. Sampah plastik itu kemudian dijemur sampai kering.

Sampah plastik yang kering lalu dimasukkan ke sebuah destilator berkapasitas 10 kilogram hasil rakitannya.

Dari 10 kilogram plastik, 60 persen di antaranya disuling menjadi solar, 25 persen menjadi premium, dan 15 persen disuling menjadi minyak tanah.Proses penyulingan ini membutuhkan waktu empat jam dengan suhu panas 200 derajat selsius.

“Setiap kali proses penyulingan, destilator bisa menghasilkan sebanyak 6 liter solar, 2,5 liter premium, dan 1,5 liter minyak tanah,”terang Muryani.

Dari sanalah, pria paruh baya tamatan SD tersebut bereksperimen membuat alat untuk menyuling gas yang dihasilkan dari plastik menjadi BBM.

“Kalau awalnya saya tahun 2009 lalu setelah berkali-kali gagal. Alat ini bekerja sesuai yang saya harapkan, bisa mendaur ulang sampah plastik jadi tiga jenis bahan bakar,” klaim Muryani.

Untuk menghasilkan BBM alternatif, awalnya Muryani harus memilah sampah plastik yang bening atau tidak berwarna.Sampah plastik itu kemudian dijemur sampai kering.

Sampah plastik yang kering lalu dimasukkan ke sebuah destilator berkapasitas 10 kilogram hasil rakitannya.

Dari 10 kilogram plastik, 60 persen di antaranya disuling menjadi solar, 25 persen menjadi premium, dan 15 persen disuling menjadi minyak tanah.Proses penyulingan ini membutuhkan waktu empat jam dengan suhu panas 200 derajat selsius.

“Setiap kali proses penyulingan, destilator bisa menghasilkan sebanyak 6 liter solar, 2,5 liter premium, dan 1,5 liter minyak tanah,” tutup Muryani.

Ia melanjutkan, sejak adanya kenaikan BBM, Muryani mengaku mendapatkan keuntungan yang signifikan.

“Biasanya hanya terjual lima sampai sepuluh liter, jika diuangkan hanya sekitar Rp 100 ribu per hari. Namun setelah BBM naik bisa jual 25 liter per hari, artinya setiap harinya bisa mendapatkan keuntungan Rp 300 ribu per hari,”pungkasnya.
(Ati/JK)(Team)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *