Dinas Pertanian kab Ngawi Study Banding di Jawa Tengah

TEMANGGUNG, BUSERJATIM.COM – Study Lapang Pelatihan Budidaya Tembakau, Pada hari Selasa,12/7/2022. sebanyak 32 orang petani tembakau dari kelompok tani di Kecamatan Kendal, Jogorogo, Ngrambe dan Sine, Ngawi, mengikuti kegiatan cara Study Lapang Pelatihan Budidaya Tembakau ke Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi, Supardi, SE, M.Si. mendampingi langsung Study Lapang tersebut. Turut juga mendampingi Kabid Penyuluhan dan Kabid Perkebunan dan Hortikultura, Subkoordinator beserta Penyuluh Pertanian


Sebagai tuan rumah , Kepala Dinas Tanaman Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Temanggung Joko Budi Nuryanto, SP. M.Si didampingi Kepala Bidang Perkebunan dan Hortikultura Kabupaten Temanggung, subkoordinator Perkebunan, ketua Kelompok Tani di Kelompok Tani Gamblok Rejo, Desa Tanggulanom, Kecamatan Selopampang, menerima kedatangan peserta study banding langsung ke lokasi kegiatan tanaman tembakau . Kegiatan ini sangat menarik bagi peserta Study Lapang sehingga terjadi interaksi tanya jawab tentang banyak hal dari para peserta kepada petani maupun pejabat dari Dinas Pertanian Temanggung yang ikut mendampingi kunjungan lapangan ini, saat meninjau lahan tembakau.
Kegiatan Study Lapang tidak cukup hanya dalam satu hari saja, maka dilanjutkan pada hari ke dua Rabu, 13 Juli 2022,

dengan materi kunjungan ke Gudang Grader yang dipandu oleh Bapak Jopie Samiadji. Gudang Grade bekerjasama dengan PT. Djarum Kudus. Berdasarkan data saat ini Pabrik rokok terbesar di Temanggung adalah PT. Gudang Garam disusul PT. Djarum. Di Kabupaten Temanggung terdapat 13 grader.

Penetapan Grade tembakau dilakukan dengan cara memegang, mencium dan melihat visaul warnan daunnya. Para Grader menentukan grade dan harga kepada petani, yaitu dari grade A sampai grade G . Perbedaan grade sangat ditentukan oleh posisi petikan daun. Selain waktu panen dan letak daun dalam sebatang tanaman, jenis tanah, unsur hara yang terkandung dalam tanah, asupan embun alami, pancaran sinar matahari yang cukup, serta proses fermentasi dan penjemuran usai daun-daun dipanen, menjadi penentu kualitas tembakau yang menempatkan daun tembakau itu pada grade tertentu.


Dalam kesempatan ini, Supardi, SE, M.Si menyatakan, banyak tambahan pengetahuan yang didapat dari kunjungannya ke Temanggung tersebut. Diharapkan nantinya, hasil kunjungan itu akan coba diterapkan oleh petani di Ngawi. “Dalam kunjungan ini sengaja kita ajak juga para petani tembakau di daerah dataran Tinggi, dengan demikian, petani bisa terbuka wawasannya dan bisa mengadopsi ilmu dari Temanggung,” jelasnya.


Dipilihnya Kabupaten Temanggung sebagai lokasi study lapang, karena daerah tersebut telah dikenal sebagai penghasil tembakau yang baik. Hal itu ditunjukkan dengan sukses melakukan kerja sama dengan sejumlah perusahaan rokok besar di Tanah Air. Luasan tanam Tembakau sebesar 18.000 ha tahun ini turun menjadi 16.280 ha, Varietas yang ditanam antara lain Kemloko 1 s/d 6, mantili, pelus, BAT (Bako Anti Teler). Daerah sentra tembakau di wilayah Kabupaten Temanggung terdapat di Kecamatan Parakan, Kledung, Bansari, Tlogomulyo, Tembarak, Selopampang, Tretep, Wonoboyo, Bulu, Ngadirejo, dan Temanggung. Secara khusus ,

Kecamatan Selopampang dipilih karena merupakan daerah dataran tinggi sesuai dengan kondisi daerah asal petani peserta study lapang yang berasal dari daerah dataran tinggi Ngawi yaitu Wilayah Kenebejo.

red

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *