KEDIRI, BUSERJATIM. COM-Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, mengajak seluruh satuan pendidikan untuk bersama-sama Untuk pembatasan pengunaan Gedget dan mengurangi pengunaan bahan plastik di lingkungan sekolahan. Untuk menjaga kedisiplinan, ramah lingkungan dan berkarakter.
Dindik Jatim menerapkan pembatasan Gedget Murid secara bertahap mulai April 2026,penerapan Gadget ini bagi murid dan guru di satuan pendidikan SMA, SMK dan SLB, untuk menggalih Sumberdaya pendidikan lebih baik. Salah satunya yang sudah terlaksana di SMKN 3 Blitar.
Kebijakan ini di terapkan sebagai tindak lanjut surat keputusan bersama (SKB) empat menteri yakni Mendiktisantek, Menkomdigi, Mendukbangga, Menteri PPPA tentang Pedoman Pemanfaatan dan pembelajaran Teknologi digital dan kecerdasan Artifisialdi jalur pendidikan formal, nonformal, dan informal, serta menindaklanjutib peraturan Menkomdigi nomor 9 tahun 2026 tentang peraturan pemerintah nomor 17 tahun 2025 penyelengaraan sistem elektronik dalam perlindugan anak.
Di sisi lain SMKN 3 Blitar,Juga menerapkan (GERAKAN NO PLASTIK), Sekolah merupakan salah satu sumber penghasil sampah baik organik maupun nonorganik. Sekolah sebagai tempat berkumpulnya banyak siswa yang mana dapat menjadi penghasil sampah yang cukup besar selain pasar. Jenis sampah yang sering biasa di temukan di lingkungan sekolahan antara lain sampah organik dan sampah non organik.
Kepala Sekolah SMKN 3 Blitar Bapak Supriyono menyampaikan gerakan No Plastik ini untuk mewujudkan lingkungan sekolahan hijau dan peduli lingkungan, agar suasana belajar lebih nyaman, sehat dan positif”Ujarnya
Supriyono juga menambahkan untuk SMKN 3 Sesuai surat keputusan menteri no 9 tahun 2026 jugan menerapkan pembatasan pengunaan Gedget agar kegiatan belajar mengajar bisa kondusif, pengunaan Gedget di Sekolah hanya diperbolehkan untuk kepentingan pembelajaran di bawah pengawasan Guru dan hp keadaan senyam saat KBM,”Tambahnya
Murid tetap di perbolehkan membawa Gedget sebagai sarana komunikasi dengan orang tua wali.
“Sekali lagi ini adalah tindak lanjut keputusan bersama sejumlah menteri tentang pemanfaatan Gedget dalam pembelajaran agar memiliki potensi untuk mendukung afektivitas pembelajaran” Pungkasnya. (Kk)






