Kebakaran Lahan Tulungagung Berhasil Dipadamkan, Babinsa dan Unsur Gabungan Bergerak Cepat

TULUNGAGUNG BUSERJATIM.COM – Kebakaran lahan terjadi di kawasan Gunung Krandegan, Dusun Krandegan, Desa Kalidawir, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung, Selasa (25/8/2026) malam. Kebakaran lahan Tulungagung tersebut melanda sekitar tiga hektare lahan Perhutani dan lahan milik masyarakat yang berada di sebelah timur SMPN 1 Kalidawir.

Menindaklanjuti laporan warga yang diterima sekitar pukul 19.00 WIB, Babinsa Desa Kalidawir Sertu Hadi Cahyono beserta tim gabungan antara pemadam dan BPBD Tulungagung segera menuju lokasi kejadian. Setibanya di lokasi, ia berkoordinasi dengan Kepala Desa Kalidawir serta unsur terkait untuk menentukan langkah penanganan dan mencegah api meluas.

Upaya pemadaman kemudian dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan anggota Koramil, personel Batalyon TP 886/PJ, bantuan mobil pemadam kebakaran, serta masyarakat sekitar. Sinergi antarpersonel tersebut menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan kebakaran lahan di kawasan Gunung Krandegan.

Berkat kerja sama seluruh unsur di lapangan, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.40 WIB. Pemadaman dilakukan secara intensif untuk mengendalikan titik api sekaligus mencegah kobaran merambat ke area lain, khususnya kawasan yang memiliki tanaman jati.

Sertu Hadi Cahyono menyampaikan bahwa sinergitas dan respons cepat seluruh pihak menjadi faktor penting dalam mengendalikan kebakaran tersebut. Menurutnya, kecepatan dalam menerima informasi dan bergerak menuju lokasi menjadi langkah awal untuk mencegah kebakaran berkembang lebih luas.

“Begitu menerima laporan dari warga, kami segera bergerak ke lokasi dan berkoordinasi dengan pemerintah desa serta unsur terkait untuk melakukan pemadaman. Alhamdulillah, berkat kerja sama anggota Koramil, personel Yon TP 886/PJ, petugas pemadam kebakaran dan masyarakat, api dapat dipadamkan sehingga tidak meluas,” ujarnya.

Dalam kejadian tersebut, sekitar tiga hektare lahan terdampak kebakaran. Sementara itu, tanaman jati yang berada di kawasan tersebut dilaporkan dalam kondisi aman. Penanganan secara cepat dan terpadu membantu mengendalikan kobaran api sebelum menjangkau area yang lebih luas.

Peristiwa kebakaran lahan Tulungagung ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi kebakaran, terutama pada kawasan lahan terbuka dan vegetasi yang mudah terbakar. Informasi mengenai titik api perlu segera disampaikan kepada aparat atau instansi terkait agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

Respons Babinsa bersama unsur TNI, pemerintah desa, petugas pemadam kebakaran, dan masyarakat menunjukkan pentingnya koordinasi dalam menghadapi kejadian di wilayah. Kehadiran aparat di lapangan tidak hanya mendukung proses pemadaman, tetapi juga memperkuat upaya perlindungan terhadap lingkungan dan keselamatan masyarakat.

Ke depan, kewaspadaan bersama diharapkan terus ditingkatkan untuk mengantisipasi potensi kebakaran lahan, terutama pada musim kemarau. Sinergitas antara aparat kewilayahan, pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat respons terhadap setiap kejadian sehingga dampak kebakaran dapat ditekan dan keamanan wilayah tetap terjaga.

Pos terkait