Pelantikan IPNU-IPPNU Kabupaten Malang, Majelis Alumni Tekankan Kader Harus Militan dan Berani Bersikap

BUSERJATIM.COM –

Malang,Pelantikan pengurus IPNU dan IPPNU Kabupaten Malang berlangsung khidmat di Pendopo Bupati Malang, Jalan Merdeka, Kota Malang. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Malang, jajaran PCNU, unsur Kodim, Polres, MUI, Kementerian Agama, hingga Wakil Ketua DPRD, serta Ketua Presidium Majelis Alumni IPNU.Minggu(26/04/2026).

Dalam momentum pelantikan ini, Ketua Majelis Alumni IPNU Kabupaten Malang menyampaikan apresiasi dan harapan besar kepada para pengurus yang baru dilantik.

“Selamat atas dilantiknya rekan dan rekanita sebagai pengurus IPNU-IPPNU Kabupaten Malang. Organisasi ini merupakan wadah strategis dalam membentuk pelajar yang bertakwa, berilmu, berakhlak mulia, serta memiliki wawasan kebangsaan dan berfaham Ahlussunnah wal Jamaah,” ujar Gus Sa’dulloh.

Ia menegaskan, IPNU dan IPPNU sebagai badan otonom dari Nahdlatul Ulama memiliki peran penting dalam proses kaderisasi pelajar. Dengan mengusung motto Belajar, Berjuang, dan Bertakwa, organisasi ini diharapkan mampu mencetak generasi intelektual yang siap menjadi penerus perjuangan NU.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tujuan utama lahirnya IPNU adalah pembentukan karakter pelajar melalui pemahaman Aswaja, penguatan wawasan kebangsaan, serta kaderisasi intelektual di kalangan pelajar Nahdlatul Ulama.

“IPNU-IPPNU harus mampu membina dan menghimpun kader-kader intelektual pelajar NU yang kelak menjadi penerus estafet perjuangan organisasi,” tambahnya.

Dalam pesannya, Ketua Majelis Alumni juga menekankan pentingnya inovasi program kerja agar organisasi semakin dicintai kader. Ia berharap kepengurusan yang baru dapat menghadirkan program-program yang membuat kader merasa nyaman dan bangga menjadi bagian dari IPNU-IPPNU, sehingga tumbuh menjadi kader militan.

Tak hanya itu, ia juga mendorong IPNU-IPPNU untuk berani bersikap kritis terhadap kebijakan pendidikan yang dinilai tidak berpihak kepada pelajar.

“Harus berani mengkritisi kebijakan pendidikan yang tidak adil. Jangan sampai ada bullying di sekolah, dan jangan sampai ada anak yang tidak bisa sekolah karena terkendala biaya hingga harus putus sekolah. Di sinilah IPNU-IPPNU harus hadir, menjadi ruang keadilan bagi pelajar,” tegasnya.

Ia juga mengajak IPNU-IPPNU untuk menjadi pelopor dalam menciptakan sistem pembelajaran yang inklusif, ramah, dan berkeadilan bagi seluruh pelajar tanpa terkecuali.

Pelantikan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran IPNU-IPPNU sebagai garda terdepan dalam membangun karakter generasi muda Nahdliyin yang religius, intelektual, dan berdaya saing tinggi di tengah tantangan zaman.(Ghufron/Red)

Pos terkait