BUSERJATIM.COM –
MALANG – Suhu politik relawan di Jawa Timur mulai memanas. Perhelatan akbar lima tahunan Konferda DPD PROJO Jawa Timur dipastikan bakal digelar secara besar-besaran di Kota Malang. Agenda strategis ini tak sekadar seremoni, melainkan momentum penentuan arah gerak kekuatan relawan di Bumi Majapahit.
Di tengah dinamika yang kian mengerucut, satu nama mulai mencuat ke permukaan dan menjadi perbincangan serius di internal maupun akar rumput: H. Muhammad Sholeh, SH, M.Si, sosok asal Jember yang dinilai memiliki kapasitas, jaringan, serta militansi untuk menahkodai PROJO Jatim ke depan.
Gelombang dukungan terhadap Sholeh terus menguat. Sejumlah DPC hingga relawan akar rumput disebut-sebut mulai merapatkan barisan, membentuk konsolidasi senyap namun masif. Figur yang dikenal tenang namun penuh strategi ini dinilai mampu menjadi titik temu berbagai kepentingan sekaligus menjaga soliditas organisasi.
“Ini bukan sekadar soal figur, tapi soal arah perjuangan relawan ke depan. Dan Mas Sholeh punya rekam jejak yang jelas,” ungkap salah satu sumber internal PROJO Jatim.(Selasa,07/04/2026).

Konferda kali ini diprediksi menjadi salah satu yang paling panas sepanjang sejarah PROJO di Jawa Timur.
Selain karena momentum politik nasional yang semakin dekat, juga karena munculnya figur-figur kuat yang siap bertarung memperebutkan kursi Ketua DPD.
Namun demikian, nama H. Muhammad Sholeh disebut-sebut berada di posisi terdepan. Selain basis dukungan yang solid di wilayah tapal kuda, ia juga dinilai mampu menjembatani kekuatan relawan lintas daerah.
Tak hanya itu, komunikasi politik yang dibangun secara intens dengan berbagai elemen menjadi nilai tambah tersendiri.
Sholeh dianggap bukan hanya kandidat, tetapi simbol konsolidasi besar relawan PROJO Jatim.
Sementara itu, Kota Malang sebagai tuan rumah tengah bersiap menyambut gelombang relawan dari seluruh penjuru Jawa Timur.
Atmosfer Konferda dipastikan akan berlangsung meriah, penuh dinamika, dan sarat kepentingan strategis.
Pertanyaannya kini bukan lagi siapa yang akan maju, tetapi siapa yang benar-benar mampu mengendalikan mesin relawan terbesar ini.(Ghufron/Red)






