Restu Kiai Ploso Turun! Jalan Gus Tadlo Menuju Kursi Ketua DPC PKB Kabupaten Malang Kian Tak Terbendung

MALANG | BUSERJATIM.COM – Peta perebutan kursi Ketua DPC PKB Kabupaten Malang makin terang benderang. Dukungan demi dukungan terus mengalir deras ke Bendahara DPC PKB, H. Ali Murtadlo, SH., M.AP., yang akrab disapa Gus Tadlo.

Tak main-main, setelah mengantongi dukungan mayoritas—22 DPAC PKB se-Kabupaten Malang—kini “angin besar” datang dari kalangan pesantren. Restu resmi turun dari pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Ploso, yakni KH. Fahim Royani.

Bacaan Lainnya

Restu itu bukan isu liar. Disampaikan langsung oleh Gus Fahim saat menghadiri Halal Bihalal Alumni Santri Al Falah Ploso se-Malang Raya di Ponpes Mamba’unnur, Bululawang, Senin (30/3/2026).

Dalam momentum itu, Gus Fahim yang juga bagian dari Dewan Syuro DPP PKB, menegaskan peran strategis santri, termasuk dalam kancah politik.

“Santri itu harus tahu diri, menjaga adab, dan tetap berkhidmat untuk umat. Jangan sampai kehilangan arah saat masuk ke ruang-ruang publik, termasuk politik,” tegasnya.

Bagi internal PKB, restu dari Ploso bukan sekadar dukungan biasa. Ini adalah “kode keras” yang sulit diabaikan. Apalagi, basis PKB yang lekat dengan kultur Nahdliyin membuat suara kiai memiliki bobot penentu.

Gus Tadlo sendiri bukan sosok asing di lingkungan tersebut. Ia tercatat sebagai alumni senior Ponpes Al Falah Ploso, menimba ilmu sejak 1991 hingga 1998. Kedekatan emosional dan historis ini menjadi nilai plus yang tak dimiliki semua kandidat.

Dengan kombinasi dukungan struktural (22 DPAC) dan kultural (restu kiai), posisi Gus Tadlo kini dinilai berada di atas angin. Mesin politik bergerak, basis akar rumput solid, dan legitimasi moral dari ulama pun sudah di kantong.

Di tubuh PKB, faktor restu kiai memang bukan pelengkap, melainkan penentu. Terlebih di wilayah Jawa Timur, di mana denyut politik tak bisa dilepaskan dari pengaruh pesantren.

Jika skenario ini terus terjaga, bukan tak mungkin kursi Ketua DPC PKB Kabupaten Malang tinggal menunggu waktu untuk diduduki Gus Tadlo.

Pertarungan Belum Usai, Tapi Arah Sudah Terbaca. Meski kontestasi belum resmi berakhir, arah dukungan mulai menunjukkan pola yang jelas.

Gus Tadlo tak hanya kuat di struktur partai, tapi juga mengakar di basis ideologis Nahdliyin.

Satu per satu restu menguat. Satu per satu pintu kemenangan terbuka.

Kini, publik tinggal menunggu: akankah rekom resmi DPP PKB segera mengunci kemenangan itu? (Ghufron/Red)

Pos terkait