Daerah  

Pesemetonan SNKK Mediasi Damai Jalan Terbaik, Terkait Penggembokan Dalem Agung Pura Kawitan SNKK

BUSERJATIM.COM II KLUNGKUNG-
Sabtu 06/11/2022 – Menyikapi polemik  “Dalem Agung Pura Kawitan Shri Nararya Kreshna Kepakisan (SNKK)” yang blum usai, diadakan peparuman/musyawaran lanjutan secara intern pesemetonan SNKK, dilaksanakan di Puri Selukat tepatnya di Desa Keramas Gianyar.

Sebelumnya sempat ada aksi penggembokan oleh kubu Pengempon yang juga kemudian diikuti aksi penggembokan pintu pura oleh Kelurga Besar/Pesemetonan SNKK.


Hasil dari musyawarah Pesemetonan SNKK hari ini tgl 11/06/2022 intinya pihak Pesemetonan yang mengaku pemilik sah Pura Kawitan tersebut sesuai dengan amanah Pengelingsir I Gusti Agung Ngurah Sudarsana yang tetap mendahulukan kebaikan jalur mediasi kedamaian dalam menyelesaikan kekisurah tersebut, menimang semua kubu masih dalam ikatan satu kluarga besar yaitu  Dalem Shri Kreshna Kepakisan.

Pengelingsir I Gusti Agung Ngurah Sudarsana, kepada awak media yang nenyambangi rapat musyawaran keluarga tersebut disampaikan , “Kepada seluruh Pasemetonan Shri Nararya Kreshna Kepakisan (SNKK) dimanapun berada, kami sampaikan bahwa hasil peparuman/rapat hari ini, manakala langkah-langkah mediasi ataupun apapun bentuknya hingga kini masih tidak bisa terlaksana.

Kami mohon kepada seluruh Pesemetonan SNKK yang berada di seluruh Bali ataupun di luar Bali untuk tetap memberikan dukungan moril maupun spiritual dan juga bentuk-bentuk fanatisme pesemetonan agar tetap ditunjukkan, pengurus pusat sudah dan tetap berupaya semaksimal mungkin, namun diakui hingga sampai sekarang masih belum ada hasil titik terang secara nyata.

Untuk kedepan upaya jalan damai mediasi masih tetap kita dahulukan,
kembali akan kita laksanakan mediasi dengan pihak pengempon pada 14 Juni nanti yang akan dimediasi oleh Pemerintah Kab.Klungkung (info oleh Bupati-red), jelas Pengelingsir.

Pengelingsir juga mengungkapkan terkait adanya info Medsos yang masih simpang siur baik dari Bali maupun luar Bali, terutama yang membenarkan klompok-klompok tertentu pihaknya siap untuk berdikusi secara pribadi, sehingga untuk info yang tidak benar di Medsos akan menjadi benar, silahkan hubungi saya, untuk lebih memberikan informasi yang akurat berkaitan dengan keberadaan Dalem Agung Pura Kawitan Sri Nararya Kresna Kepakisan.

Disampaikan juga untuk Pesemetonan SNKK kedepan akan tetap melaksanakan piodalan seperti semula, terang Pengelingsir IGST Ngrh Ag Sudarsana mengakhiri.

Secara khusus Ketua Bidang Hukum Pesemetonan SNKK I Ketut Ngastawa menambahkan ; langkah ini diambil sebenarnya sebagai tindak lanjut atas keputusan tekat pesemetonan ini ketika usai  melaksanakan kegiatan Mejaya-Jaya dan pelantikan pada 30 April lalu untuk tetap melaksanakan piodalan, dan mengambil langkah-hukum bila diperlukan, namun dalam perjalanannya walaupun kami punya hak untuk nenuntut secara hukum Pidana ataupun Perdata, namun kami akan kembali melakukan mediasi bersama sesuai dengan asas pesemetonan.

Agar tidak ada terjadi gesekan diantara kedua belah pihak menimang akan datangnya piodalan yang akan kami laksanakan pada tgl 18 Juni 2022 mendatang selama 4 hari hingga Hari Kuningan nanti, mohon kepada Pemerintah, aparat ataupun pihak terkait untuk mengambil langkah-langkah ekstra yang cukup untuk antisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, antisipasi akan lebih baik, demikian ungkapan Ketut Ngastawa .

Sebelumnya tersiar kabar dari berbagai sumber,
Dimana aksi saling gembok di pintu masuk Dalem Agung Pura Kawitan Shri Nararya Kreshna Kepakisan yang berlokasi di Banjar Dukuh, Gelgel Klungkung kembali terjadi pada Minggu 5 Juni 2022.

Kejadian tersebut menyusul  digemboknya seluruh pintu masuk Pura yang bersebelahan dengan mega proyek PKB ini oleh kelompok tertentu yang mengaku sebagai pengempon dan penyungsung Pura.
Kecewa karena tak bisa masuk “Agar adil”, pengurus dan prajuru serta pasemetonan juga menggembok pintu masuk Pura.
Sehingga terpasang dua gembok disetiap pintu pura.

Akibatnya terjadi suasana tegang, sejumlah aparat keamanan turun berjaga-jaga di lokasi.

Akibat pandemi Covid-19 dan pertimbangan kesehatan semeton dan krama tidak melaksanakan tiga kali pujawali. Kini setelah pandemi, rapat Pengurus Pusat PSNKK, Nayaka se-Bali, Yowana Bhakti dan Satria SNKK pada pada 30 April lalu memutuskan agar dapat melaksanakan pujawali.

Mediasi secara sepihak oleh Bendesa Adat Gelgel tak kunjung bisa dilakukan, infornasinya mereka (Pengempon) tidak mau memenuhi undangan mediasi dari Bendesa Adat Gelgel alias tidak mendapat respon. Atas pertimbangan demi rasa keadilan dan sebagainya, pihak Pesemetonan SNKK memutuskan untuk ikut menggemboknya walau merasa prihatin.

Upaya penyelesaian masalah di Pura ini sudah dilakukan beberapa kali, namun mentok alias tidak menemukan solusi. Bahkan masalahnya sudah dimediasi di Polsek Klungkung, ke Pemkab Klungkung dan aparat. Namun Pengempon tetap ngotot “saya pemilik Pura yang sah”.

Berdasarkan info trrakhir yang masuk kedua gembok dengan berbagai merek tersebut sudah dibuka oleh Bendesa Adat disaksikan perangkat Desa dan Adat setempat.

Pesemetonan SNKK memiliki jumlah anggota yang sangat besar sekitar 300 ribuan tersebar di Bali dan luar Bali. Perwakilan Prajuru dan Pengurus Pura :
Gusti Made Putera (Ketua Bidang Pembangunan) didampingi Sekjen Made Legawa, Gusti Agung Ardhana selaku Ketua Yayasan serta Ketut Ngastawa (Ketua Bidang Sosial, Politik dan Hukum). Tetap selalu menjaga prokes 6 M.

(Tmr/Red)