[t4b-ticker]
Hukum  

Dugaan Pungli LKS MAN 1 Kota Kediri Jadi Bancakan

KEDIRI, BUSERJATIM.COM – tahun 2022,Upaya pemerintah untuk meningkatkan mutu dan kualitas siswa didunia pendidikan dianggap sangat penting maka dari itu sejumlah bantuan digelontorkan dibeberapa lembaga disekolahan.

Untuk memenuhi kebutuhan siswa di seluruh indonesia pemerintah pusat melalui kementrian pendidikan dan kebudayaan memberikan bantuan berupa Biaya Operasional Siswa (BOS), PIP dan masih banyak lagi.

Namun semua itu dirasa belum mencukupi untuk keperluan siswa,diantara sekolahan yang mendapatkan bantuan salah satunya di MAN 1 Kota Kediri.

Untuk diketahui,berdasarkan informasi yang didapat ada dugaan pungutan Liar (Pungli) mengatasnamakan lembaga sekolah untuk pembelian buku (LKS) yang dibebankan oleh siswa/wali murid,mengalir ke kepala sekolah.

Beberapa Wali murid mengeluh merasa keberatan dengan adanya tarikan tersebut, beredar tanda bukti pembayaran di masyarakat, kwitansi untuk keperluan membeli Lembar Kerja Siswa (LKS) tertera sebesar Rp 195.000 rupiah

Kepala sekolah MAN 1 Kota Kediri, Drs.H.Hary Wiyanto M.Pd.I ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa isu yang beredar dimasyarakat tidak benar dan dengan adanya Kwitansi tersebut adalah untuk memenuhi permintaan siswa dan
Kami tidak mewajibkan siswa untuk membeli Buku apapun di Kopsis.

Sesuai aturan dari Kemendikbud nomor 3 tahun 2017,yang di terbitkan Buku pegangan siswa dari sekolah diberikan secara gratis, karena disubsidi pemerintah melalui Dana Bantuan Operasional (BOS) .”Buku yang disubsidi pemerintah tidak boleh dijual kepada siswa,karena itu hak siswa.

Untuk buku LKS tidak boleh diperjual belikan di sekolah, siswa boleh membeli LKS ,namun tidak di sekolah dan orangtua siswa bebas membeli LKS di toko manapun.(Robby)