Daerah  

Desa Tumpang Salurkan BLT-DD Tahap 6, Kades Tumpang : “Manfaatkan Untuk Memenuhi Kebutuhan”

BUSERJATIM.COM II BLITAR-Salah satu upaya jaring pengaman sosial selama masa pandemi Covid-19, Pemerintah Pusat telah mengeluarkan peraturan tentang penggunaan Dana Desa yang diperuntukkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD).

Perihal tersebut, Pemerintah Desa Tumpang, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar kembali menyalurkan BLT-DD secara tunai. Bertempat di Balai Desa Tumpang,senin(13/6/2022) pagi. Ada 106 KPM (Keluarga Penerima Manfaat) pada penyaluran kali ini sudah memasuki tahap ke-enam.


Turut hadir dalam penyaluran BLT-DD, Kepala Desa Tumpang Agus Salim beserta perangkat desa, jajaran BPD, Babinkamtibmas, serta Pendamping Desa.

Seperti yang dituturkan Kepala Desa Tumpang Agus Salim, pada situasi pandemi Covid-19 banyak warga desa yang sulit untuk mencukupi kebutuhan. Dan untuk melaksanakan peraturan dari pemerintah pusat.

“Sesuai dengan Peraturan Presiden No.104/2021 tentang rincian APBN tahun anggaran 2022, serta Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.190/PMK.07/2021 tentang Pengelolaan Dana Desa, wajib untuk minimal disalurkan 40 persen dari pagu anggaran dana desa tahun 2022,”tutur Agus Salim saat ditemui awak media.

Agus melanjutkan, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi untuk KPM BLT-DD di tahun 2022 berdasarkan PMK terbaru itu yakni, keluarga miskin atau tidak mampu yang berdomisili di desa bersangkutan, dan diprioritaskan untuk keluarga miskin yang termasuk dalam kategori kemiskinan ekstrem, kehilangan mata pencaharian, dan mempunyai anggota keluarga yang rentan sakit menahun/kronis.

“Seperti penyaluran BLT-DD sebelumnya untuk tiap KPM menerima sebesar Rp. 300.000,dan semuanya sudah kita lakukan sesuai dengan peraturan terbaru. Untuk penyaluran semuanya diterimakan di Balai Desa Tumpang,”lanjut Agus.

Agus Salim juga menjelaskan terkait kondisi peternak ayam petelur di desanya, karena Desa Tumpang merupakan salah satu sumber penghasilan terbesar warganya sebagai peternak dikarenakan selama masa pandemi.Banyak peternak ayam petelur khususnya peternak di desanya yang mengalami kerugian bahkan ada yang mengalami kebangkrutan.Dikarenakan hal itu banyak dari penerima bantuan ini dari para peternak.

“Desa Tumpang merupakan salah satu lumbung telur, tapi karena masa pandemi Covid-19 banyak peternak ayam petelur khususnya peternak kecil yang mengalami kerugian dan banyak lagi yang gulung tikar banyak dari KPM yang menerima bantuan ini adalah peternak,”terang Agus.

Untuk itu, ia berharap bagi KPM meskipun bantuan yang tidak besar, setidaknya bisa membantu untuk memenuhi kebutuhan.

“Meskipun BLT-DD yang diberikan tidak besar setidaknya masyarakat bisa terbantu, untuk memenuhi kebutuhan dan bisa dimanfaatkan dengan baik,”pungkasnya. (JK*/Red)