Donggala, – BUSERJATIM.COM – Guru adalah pahlawan Tanpa Jasa dan tanpa ada guru tentu tidak ada anak anak Bangsa yang cerdas maupun pintar Karena guru sangat di perlukan, Guru selalu mencetak anak anak cerdas dan berakhlak, demikian di katakan Ari Nur Rahma, S.Pd, di temui wartawan di rumah kediaman Rabu 10 Agustus 2022 siang. Ari Nur Rahma mengatakan, saya mulai mengajar tahun 2009 hingga 2022 di TK Paud Al – Ikhlas Desa Tambu, memang mengajar anak usia Dini harus punya kesabaran dan punya Hati, bagamana pun anak anak didik ini menjadi anak yang cerdas dan berakhlak. tetapi saya juga merasa heran kenapa intensip saya belum di kasih, sementara guru yang lain nya sudah menerima intensip termasuk kepala sekolah sudah menerima gaji dari pemerintah Desa. kata Ari Nur Rahma.

ini pun sudah 9 bulan saya tidak menerima gaji, sebagai kewajiban saya selalu masuk tidak pernah saya tidak hadir di sekolah, mulai dari kehadiran saya selalu rutin mengajar , daftar hadir selalu saya setor dan laporkan ke kantor Desa, sementara hak guru yang lain sudah di bayar tutur Ari Nur. oleh nya itu saya mohon kepada mohon keadilan serta kami jangan di jadikan korban politik praktis semata, kan tidak profosional. tegas Ari Nur Rahma sekali lagi saya mohon Kepada pemerintah Desa jangan lah kita sebagai guru di beda bedakan dan justru saya yang pertama mengabdi bersama kepala sekolah .apa lagi saya tidak tau apa apa. ucap Ari Nur Rahma.
Hal senada di katakan Zulpianti, S.Pd Kepala sekolah Paud Alkhlas Tambu mengatakan,
Saya sebagai kepala sekolah PAUD Alikhlas memang tidak mendengar langsung apa tanggapan dari pemerintah Desa , Karena saya melaporbdengan ketua PKBM ( Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat ) Pancasila. Waktu beliau menjabat awal itu memang sekitar beberapa bulan tiba tiba muncul polumek dan ada beberapa sekolah yang tidak di gaji di anapura ada satu orang tidak di gaji, berjalan 6 bulan setelah penggajian dan kenapa timbul lagi di sekolah PAUD Al – Ikhlas tidak di gaji. kata Zulpianti, S.Pd.
Harapan saya adalah profosionalitas adapun masalah pribadi jangan di kaitkan dan kalau masalah pribadi di bawa di pekerjaan apapun itu, maka tidak akan berkembang. Karena kita membawa amanah Negara, karena itu amanah. Kemudian Anggaran dan keuangan itu bukan milik pribadi nya. Kita ini cuman menjalan kan tugas Negara serta di sampai kan kepadra yang berhak. sedangkan guru saya berhak, tegas zulpianti, S. Pd. di katakan mendidik Anak Bangsa ini tidak mudah, apa lagi anak pendidikan karakter yang di bangun atas pertama tutur Zulpianti, S.Pd
(Hardiman)






