NGAWI,BUSERJATIM.COM-Guna normalisasi rumah warga ini sudah masuk dalam RPJMDES sesuai usulan dari masyarakat dusun grudo barat. namun baru tahun ini bisa dilaksanakan karena memang banyak program prioritas yang harus didahulukan,” terang Kades rejuno
bedah rumah yang tidak layak huni rencananya dilaksanakan untuk rumah eko dono rt 05 dusun grudo barat dengan luas 4x6m dari kayu jati yang di kerjakan selama 8 hari, Dari keseluruhan biaya yang dibutuhkan, pemerintah Desa rejuno mengalokasikan anggaran sebesar Rp 17.500.000 dari Dana Desa (DD) Tahun 2022.

Sejumlah anggaran yang ditetapkan dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) tersebut meliputi untuk Tenaga Teknis (TT), Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), pengadaan material, honor Tenaga Kerja dan kebutuhan alat lainnya.
Untuk pengadaan barang, TT menetapkan kebutuhan material melalui RAB dengan rincian mulai kayu, geteng , tanah urug, kasibot, dll hingga papan nama.

“Pembangunan rumah tidak layak huni ini kita alokasikan anggaran 17.500.000 juta dari Dana Desa Tahun 2022. Semua terkait dengan Rencana Anggaran Biaya kita serahkan pada Tenaga Teknis. Untuk pelaksanaannya, akan dikelola Tim Pelaksana Kegiatan (TPK)
Selain untuk pemenuhan rumah layak huni guna untuk masyarakat yang tidak mampu, pembangunan rumah layak huni ini juga sebagai penunjang tumbuhnya perekonomian dengan melibatan warga sekitar. melibatan masyarakat dimaksud adalah dengan mengajak warga sekitar berpartisipasi sebagai tenaga kerja.
“Di saat ekonomi masih belum menentu seperti ini, pembangunan rumah layak huni di dusun grudo barat rt 05 cukup membantu masyarakat dalam keterlibatan sebagai tenaga kerja. dana anggaran untuk tenaga kerja cukup banyak, hingga puluhan juta,” lanjut kades
“Biasanya rumah kurang layak huni di gunakan saat musim hujan tidak nyaman padahal masyarakat menggunakan untuk tempat tinggal dan aktifitas keseharian. Dengan pembangunan rumah layak huni ini kita harapkan mampu mendorong tumbuhnya ekonomi karena lancarnya ekonomi untuk pertanian maupun usaha lainnya,” Lanjut kades saat dikomfimasi alasan pembangunan.
Secara garis besar alasan dibangunnya rumah warga pendorong tumbuhnya perekonomian di masyarakat dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Untuk jangka pendek dimasukkan sebagai penanganan dampak ekonomi Covid-19, dan jangka panjang adalah sebagai kenyamanan warga maupun aktivitas masyarakat yang dituangkan dalam Kerangka acuan Kerja
Red






