Gel Blaster Meresahkan Warga Sidrap, Aktivitas Tembak-Tembakan di Jalan Raya Disorot

BUSERJATIM.COM –

SIDRAP — Permainan tembak-tembakan menggunakan Gel Blaster atau yang dikenal masyarakat sebagai snapan peluru gel menuai keluhan warga di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan. Aktivitas tersebut dilaporkan terjadi pada Rabu, 11 Maret 2026, Setelah sholat tarwi, di jalur dua Kota Pangkajene, tepatnya di depan Rumah Jabatan Bupati Sidrap.

Sejumlah warga menilai permainan tersebut mengganggu keamanan dan ketertiban lalu lintas. Lokasi permainan berada di ruas jalan utama yang ramai dilalui kendaraan, sehingga menimbulkan kekhawatiran bagi pengguna jalan dan masyarakat sekitar.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, permainan tembak-tembakan itu dilakukan secara berkelompok oleh pengguna dari kalangan remaja hingga orang dewasa. Dalam peristiwa tersebut, dilaporkan pula adanya korban yang terkena peluru gel dari alat permainan tersebut.

Masyarakat Kab. Sidrap, menilai fenomena tersebut perlu menjadi perhatian serius karena berpotensi mengganggu ketertiban umum.

Menurut Masyarakat, permainan yang dilakukan di ruang publik, khususnya di jalan raya, tidak hanya mengganggu pengguna jalan tetapi juga dapat menimbulkan risiko keselamatan bagi masyarakat.

“Permainan seperti ini tidak semestinya dilakukan di jalan raya. Selain mengganggu ketertiban umum, aktivitas tersebut berpotensi membahayakan pengguna jalan maupun masyarakat di sekitar lokasi,” kata Salah satu masyarakat yang tidak mau di sebutkan namanya.

Ia menilai, dalam praktiknya di lapangan, mudarat permainan Gel Blaster lebih banyak dibandingkan manfaatnya, terutama jika digunakan secara sembarangan tanpa pengawasan dan tidak pada tempat yang semestinya.

Meski demikian, Masyarakat menegaskan bahwa permainan tersebut tidak selalu berbahaya apabila digunakan secara benar dan dengan perlindungan yang memadai.

“Mainan Gel Blaster tidak selalu berbahaya. Namun jika mengenai mata, risikonya cukup serius dan bisa menyebabkan kerusakan penglihatan bahkan kebutaan, terutama jika digunakan tanpa pelindung,” ujarnya.

Masyarakat berharap Kepolisian Resor Sidrap dapat melakukan pengawasan dan penertiban agar aktivitas serupa tidak kembali terjadi di ruang publik, khususnya di kawasan jalan raya yang ramai dilalui masyarakat.

Ia juga mengimbau masyarakat, terutama para remaja, agar lebih bijak menggunakan permainan tersebut serta memperhatikan keselamatan orang lain, sehingga ketertiban dan keamanan di wilayah Sidrap tetap terjaga, terlebih di bulan suci Ramadan.(Bangdanu)

Pos terkait