Sembilan Siswa SMPLB Ikuti ANBK 2022

PROBOLINGGO, BUSERJATIM.COM

Probolinggo
Sebanyak 9 (sembilan) siswa Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB) di Kabupaten Probolinggo mengikuti Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) tahun 2022 di SLB Dharma Asih Kraksaan, Rabu dan Kamis (21-21/9/2022).

Kesembilan siswa ini berasal dari SLB Dharma Asih Kraksaan sebanyak 5 siswa tunarungu, SLB Negeri Gending sebanyak 3 siswa tunadaksa dan SLB Raudlatul Jannah sebanyak 1 siswa bakat istimewa.

Pelaksanaan ANBK SMPLB 2022 di SLB Dharma Asih Kraksaan ini dimonitoring oleh Pengawas PK-PLK (Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Endang Widiati dan staf Seksi Sarana Prasarana Bidang PK-PLK Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur M. Rizqi Hasan.

Usai melakukan monitoring di SLB Dharma Asih Kraksaan, Staf Seksi Sarana Prasarana Bidang PK-PLK Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur M. Rizqi Hasan mengaku bahwa pelaksanaan ANBK di SLB Dharma Asih Kraksaan sudah berjalan dengan lancar.

“Alhamdulillah, dari hasil monitoring yang saya lakukan, pelaksanaan ANBK bagi siswa SMPLB di SLB Dharma Asih Kraksaan berjalan lancar dan sudah bagus. Siswanya terlihat sangat semangat sekali,” ungkapnya.

Sementara Kepala SLB Dharma Asih Kraksaan Isa Abib Yakub mengungkapkan persiapan ANBK bagi siswa SMPLB sudah sangat bagus dan berjalan dengan lancar yang dilakukan jauh-jauh hari sebelumnya. Sebagai antisipasi, sudah disediakan genset dan WiFi.

“Kendalanya soal terlalu panjang dan rumit untuk kalangan anak ABK/SLB. ANBK ini dijadikan satu lokasi karena untuk mempermudah pelaksanaan. Kalau sendiri-sendiri biayanya lebih banyak dan kita masih belum pengalaman. Sebab baru 2 kali pelaksanaan tahun kemarin dan sekarang,” ujarnya.

Sedangkan Ketua MKKS PK-PLK Kabupaten Probolinggo Wulandoko menyampaikan ANBK 2022 bagi siswa dan siswi SMPLB ini sama seperti sekolah reguler dengan menggunakan komputer. Hanya saja karena anak-anak penyandang disabilitas, maka perlu pendampingan dan pengawasuntuk menterjemahkan. “Seminggu sebelumnya, sudah ada simulasi ANBK yang intinya tata cara mengisinya,” katanya.

Menurut Wulandoko, ANBK siswa SMPLB di SLB Dharma Asih Kraksaan ini masuk dalam sesi kedua mulai pukul 08.00 hingga 10.00 WIB. ANBK ini bukan syarat utama kelulusan, tetapi untuk mengetahui potensi di sekolah itu terhadap kemampuan literasi, numerasi dan karakter. “Dari hasil ANBK ini nantinya masuk ke rapot pendidikan dengan nilai warna merah, kuning dan hijau. Nantinya di rata-rata maka akan ada nilai angka dan karakter,” jelasnya.

Wulandoko mengharapkan peserta didik SLB bisa melaksanakan kegiatan ANBK dengan baik dan lancar. “Bisa memenuhi kompetensi dari literasi, numerasi dan karakter tersebut dengan baik. Karena itu bentuk rapot pendidikan pada satuan pendidikan masing-masing,” pungkasnya.

Pewarta : Agus Salim