Hukum  

Gerak cepat Polres Badung menanggapi laporan masyarakat melalui Call Center 110 terkait adanya dugaan praktek penipuan pada “Money Changer” Ilegal

BADUNG,BUSERJATIM.COM

Polda Bali, Polres Badung-Efektifitas layanan 110 terbukti setelah Polres Badung menindaklanjuti Laporan dari salah seorang warga negara asing asal Albania. Dalam waktu kurang dari 1 jam, Kepolisian Resor Badung berhasil mengungkap modus kejahatan yang dilakukan oleh karyawan “money changer” Ilegal.

Kapolres Badung AKBP Leo Dedy Defretes, S.I.K, S.H., M.H. menyebutkan, bahwa pihaknya telah mendapat laporan pengaduan dari telpon 110 yang diteruskan oleh Ka Siaga Mabes Polri (Kombes Pol Tri Suhartono, SIK).

“Atas laporan itu, melalui program Mesadu Polres Badung saya perintahkan Satuan Reserse Kriminal dan Polsek Kuta Utara untuk melakukan penyelidikan di Jl. Pantai Batu Bolong, Canggu, Kec. Kuta Utara, Kabupaten Badung tepatnya di Money Change di depan restaurant Sari Batu Bolong, Terangnya. Kamis, (1/9).

Kapolres Badung AKBP Leo Dedy Defretes, S.I.K, S.H., M.H. juga menambahkan “Kurang dari 1 jam, tim kami berhasil mengungkap modus kejahatannya melalui keterangan dua karyawan money changer sesuai dengan TKP yakni I Made Bangkit Widada (29) asal Kubu Karangasem dan Komang Adi (23) asal Karangasem. Dilakukan Klarifikasi kepada dua karyawan tersebut dan mereka mengakui perbuatannya.”

Di tempat yang berbeda, Kasat Reskrim Polres Badung AKP I Putu Ika Prabawa K.U., S.I.K menyampaikan modus yang digunakan pelaku adalah dengan keadaan palsu. “Pelaku melakukan praktek kejahatannya dengan membuat keadaan palsu, dimana pelaku membuat Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing (KUPVA) yang seolah-olah legal dengan memasang papan nama Money Changer pada tempat usahanya. Pengertian Money Changer sesuai dengan aturan Bank Indonesia haruslah berbadan hukum Perseroan Terbatas, sedangkan para palaku tidak mempunyai badan hukum sah yang artinya tidak boleh memakai papan nama Money changer pada kegiatan usahanya.” Tegas Kasat Reskrim.

Kejadian ini bermula dari warga negara asing asal Albania yang hendak melakukan penukaran uang sebesar 200 euro. Seharusnya dengan kurs saat itu, korban mendapatkan hasil penukaran rupiah sebesar RP 2.900.000,00. Namun, pada kenyataannya korban hanya mendapatkan Rp 700.000,00 saja setelah sebelumnya amplop dari tempat penukaran itu dibuka di tempatnya.

Dengan adanya kejadian itu, Kapolres Badung AKBP Leo Dedy Defretes, S.I.K, S.H., M.H mengimbau kepada pengusaha yang bergerak di bidang usaha jasa penukaran valuta asing, agar tetap mematuhi aturan perundang-ungangan yang belaku dengan mengurus perizinan usaha Money Changer ke Instansi Terkait. “Kita tidak beri toleransi sedikitpun bagi pelaku kejahatan yang melakukan tindakan melawan hukum dan kami akan proses sesuai dengan prosedur apabila masih ditemukan hal-hal seperti itu. Dalam waktu dekat kami juga akan melakukan penindakan kepada pelaku usaha Money Changer Ilegal di wilayah hukum Polres Badung.” Tegasnya.(Team,Priono/Red)