KOTA KEDIRI, BJ BUSERJATIM. COM-Rabu 18 februari 2026 Pemerintah Kota Kediri melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD),dengan tim (PUPR),PJT, dan DLHKP Kota kediri melakukan giat pembersihan tumpukan Sampah pada bagunan yang berusia 156 tahun saat ini yang bersetatus Cagar Budaya Nasional, yaitu jembatan Brantas lama.
Menanggapi adanya tumpukan sampah khususnya material kayu dan bambu pada pilar-pilar jembatan lama (Brantas)Joko Arianto, selaku Kepala Pelaksana BPBD Kota Kediri Bekerjasama dengan tim, DPUPR, PJT, dan DLHKP Kota Kediri. Menyampaikan upaya pembersihan Sampah yang ada pada jembatan Brantas lama, untuk melestarikan lingkungan serta mencegah potensi kerusakan jembatan akibat akumulasi sampah,
Seperti yang kita ketahui jembatan Brantas lama tersebut sudah masuk ke cagar Budaya. Jadi tujuan dari kegiatan ini untuk menjaga aset pemerintah kota kediri tidak terjadi bahaya akibat akumulasi penumpukan sampah.yang bisa mempengaruhi kekuatan pada konstruksi jembatan,
sampah yang menumpuk berasal dari arus sungai brantas yang deras apalagi saat ini lagi musih hujan. Semakin deras arus sungai tersebut tidak menutup kemungkinan Kayu dan bambu terseret dengan derasnya arus sungai. Selama kegiatan ini berlangsung,”Joko menyampaikan pembersihan sampah ini di lakukan secara manual yakni dengan alat bantu besi panjang dan mesin pemotong (Senso). “Sebenarnya mau pakai alat besar akan tetapi alat kita sedang terjadi ketrobelan, dan ahkirnya dari pihak (PJT) Perum Jasa Tirta mengijinkan di potong-potong agar bisa di hanyutkan dengan mudah dan nantinya akan di bersihkan di titik bendungan watu turi karena alat besar yang siap di gunakan sudah stand by di sana,”Ujarnya.
Dirinya juga menekankan, selama kegiatan berlangsung semua petugas yang ikut serta di dalam tim di tekankan agar selalu sefty dalam melaksanakan kegiatan seperti harus memakai pelampung serta dua perahu karet yang berjaga di tepi sungai, hal tersebut guna mengantisipasi apabila ada yang emergency (hanyut) karena derasnya air sungai. Petugas tetap berhati-hati dan tetap mengutamakan keselamatan jiwa.
Sedangkan Sunarto dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menyampaikan hingga kini rencana penggantian total kontruksi jembatan masih sebatas wacana. Karena belum adanya teknis ataupun penganggaran. Pertimbangam tersebut karena jembatan brantas lama ini belum lama kita renovasi,bila mana semua element pada kontroksi ini di ganti pasti prosesnya cukup lama”Ucapnya
Selain itu Kepala Dinas ( PUPR) Kota Kediri Endang Kartika Sari,.menegaskan bahwa setiap kebijakan yang berkaitan dengan Jembatan Lama harus melalui koordinasi dengan pihak terkait, seperti Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) trowulan mengingat jembatan ini sudah masuk Cagar Budaya tingkat Nasional.
Menurutnya koordinasi lintas intansi menjadi kunci dan aspek agar jembatan tetap mempunyai nilai historikel kelestariannya”Pungkasnya
Dengan adanya kegiatan ini harapanya, petugas dapat membangkitkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan dan merawat lingkungan agar tetap terlihat lestari.(Kk/Pemkotkediri)






