PRING SEWU, BUSERJATIM.COM GROUP– Yayasan Indonesia Setara bekerja sama dengan Fakultas Syariah dan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Muhammadiyah Pringsewu (UMPRI) sukses menyelenggarakan workshop bertajuk “Resep Rumahan untuk Jualan: Nugget & Dimsum Kaya Protein” yang berlangsung di Gedung Fakultas Kesehatan UMPRI, Sabtu, (18/10).
Kegiatan yang penuh semangat ini diikuti oleh 30 mahasiswa dari Fakultas Syariah dan Fakultas Komputer UMPRI, serta 30 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari Kabupaten Pringsewu dan Tanggamus. Workshop ini menghadirkan suasana pembelajaran yang inspiratif dengan praktik langsung mengolah ikan menjadi produk olahan bergizi dan bernilai ekonomi tinggi.
Acara ini merupakan bagian dari program Si Ikhlas (Sinergi Inovasi Kewirausahaan dan Literasi Sejahtera) yang diinisiasi oleh Yayasan Indonesia Setara. Dalam kegiatan tersebut, yayasan diwakili oleh Direktur Eksekutif, Erna Usman, yang menegaskan pentingnya penguatan kapasitas wirausaha bagi mahasiswa dan pelaku UMKM lokal.
“Kami ingin membangun semangat wirausaha dari rumah, dengan bahan lokal yang sehat dan mudah diolah. Kegiatan ini menjadi langkah awal menuju kemandirian finansial yang berbasis kreativitas dan inovasi,” ujar Erna Usman.
Dukungan penuh juga datang dari Sandiaga Uno, Founder Yayasan Indonesia Setara, yang menegaskan komitmennya terhadap pengembangan ekonomi kreatif dan kemandirian finansial generasi muda.
“Kemandirian finansial harus dimulai dari langkah-langkah kecil yang berkelanjutan. Produk olahan ikan seperti nugget dan dimsum adalah contoh nyata bahwa ide sederhana bisa menjadi peluang ekonomi besar,” tutur Sandiaga Uno.
Dalam sambutannya, Dr. Rimanto, S.Ag., M.H.I., selaku Dekan Fakultas Syariah sekaligus Dekan Fakultas Komputer UMPRI, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Workshop ini menjadi bukti sinergi nyata antara dunia akademik dan dunia usaha. Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung untuk mengembangkan keterampilan wirausaha berbasis nilai-nilai Islam dan potensi lokal,” ungkapnya.
Ketua Umum Gebrakan Anak Negeri, Evie Sofie, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak berhenti pada tahap pelatihan saja, tetapi akan berlanjut dengan program inkubasi bisnis yang dibina langsung oleh Yayasan Indonesia Setara.
“Peserta terbaik dari workshop ini akan dipilih untuk mengikuti program inkubasi bisnis. Mereka akan mendapatkan pendampingan intensif dalam pengembangan produk, manajemen usaha, dan pemasaran digital,” jelasnya.
Kegiatan yang dikoordinasikan oleh Fransiska selaku Koordinator POC ini berlangsung sukses dengan antusiasme tinggi dari seluruh peserta. Selain pelatihan keterampilan, peserta juga mendapatkan wawasan tentang branding, pengemasan, dan strategi pemasaran produk.
Melalui kegiatan ini, Yayasan Indonesia Setara dan Fakultas syariah dan fakultas Ilmu Komputer UMPRI menunjukkan komitmen nyata dalam memperkuat ekonomi kreatif dan kemandirian finansial berbasis kearifan lokal, serta mendorong lahirnya generasi muda yang inovatif, mandiri, dan berdaya saing tinggi di era ekonomi digital.(*/Wok)






