Kematian Tahanan di Rutan Sidrap Disorot, BARADA Desak Investigasi dan Pencopotan Kepala Rutan

BUSERJATIM.COM –

Sidrap – Kematian seorang tahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Sidrap, Sulawesi Selatan, bernama Muh Taufik (29), menuai sorotan dan kritik dari berbagai pihak. Peristiwa ini memicu desakan agar dilakukan investigasi menyeluruh terkait penyebab pasti kematian korban.

Pihak Rutan sebelumnya menyampaikan bahwa korban diduga meninggal dunia akibat bunuh diri di dalam kamar tahanan. Kepala Rutan Kelas IIB Sidrap, Perimansyah, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut pertama kali diketahui setelah adanya laporan dari sesama penghuni kamar.

“Petugas jaga menerima laporan dari penghuni kamar bahwa ada seorang narapidana yang melakukan upaya bunuh diri. Korban ditemukan dalam posisi leher tergantung menggunakan kain sarung yang diikatkan di jendela ventilasi kamar,” ujarnya, seperti dikutip dari detiksulsel, Ahad (22/3).

Namun, penjelasan tersebut tidak serta-merta meredam kecurigaan publik. Ketua Barisan Rakyat Demokrasi (BARADA) Kabupaten Sidenreng Rappang, Muhammad Irfan Djhuanda, menilai terdapat kejanggalan dalam sistem pengawasan di dalam rutan.

Ia menegaskan, pihaknya mendesak agar Kepala Rutan Sidrap bertanggung jawab atas insiden tersebut. Bahkan, BARADA meminta agar pencopotan jabatan dilakukan apabila terbukti terjadi kelalaian.

“Kami meminta agar Kepala Rutan Sidrap bertanggung jawab atas kejadian ini. Jika terbukti ada kelalaian, maka harus dicopot dari jabatannya,” tegasnya.

Selain itu, BARADA juga mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera melakukan investigasi secara transparan dan menyeluruh. Langkah ini dinilai penting guna mengungkap penyebab pasti kematian korban serta mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.

Kasus ini kini menjadi perhatian publik, terutama terkait standar pengawasan dan keamanan di dalam rumah tahanan. Hingga saat ini, belum ada keterangan lanjutan mengenai hasil penyelidikan resmi dari pihak berwenang.

Pos terkait