MALANG – BUSERJATIM.COM. DPD PDI Perjuangan Jawa Timur kembali menggelar seleksi pemain Banteng Jatim U-17 di wilayah Malang Raya. Setelah sebelumnya dilaksanakan di Banyuwangi dan Blitar, kali ini seleksi digelar di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Minggu malam (8/3/2026).
Sebanyak 250 atlet sepak bola usia di bawah 17 tahun dari wilayah Malang Raya, Lumajang dan Probolinggo mengikuti seleksi untuk memperebutkan tempat di skuad Banteng Jatim U-17 yang dipersiapkan menghadapi Soekarno Cup 2026 pada 27 Juli mendatang di Surabaya.
Kegiatan seleksi dibuka langsung oleh Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim Bidang Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Eri Cahyadi, dengan simbolis tendangan bola di lapangan Stadion Kanjuruhan.
Dalam kegiatan tersebut, Eri Cahyadi didampingi sejumlah pengurus teras PDI Perjuangan Jawa Timur, di antaranya Daniel Rohi selaku Manajer Banteng Jatim U-17 serta I Made Riandiana Kartika selaku Wakil Ketua Bidang Politik dan Pemerintahan.
Turut hadir pula Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Dapil Malang Raya Dewanti Rumpoko, Ketua DPC PDIP Kabupaten Malang Didik Gatot Subroto, Ketua DPC PDIP Kota Malang Amithya Ratnanggani Siraduhita, serta sejumlah anggota DPRD dari Fraksi PDIP Kota Malang.
Dalam sambutannya, Eri Cahyadi mengaku bangga melihat tingginya antusiasme peserta yang mengikuti seleksi di Malang.
“Malang Raya dikenal sebagai gudangnya talenta sepak bola. Kami berharap dari seleksi ini ada pemain terbaik dari Malang yang bisa memperkuat tim Banteng Jatim,” ujar Eri.
Meski demikian, Eri menegaskan pihaknya tidak akan melakukan intervensi terhadap keputusan tim pelatih dalam menentukan pemain yang lolos seleksi.
“Kami serahkan sepenuhnya kepada tim pelatih. Partai hanya memfasilitasi pembinaan atlet muda,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen PDI Perjuangan dalam mendukung pembinaan olahraga, khususnya sepak bola usia muda di Jawa Timur.
“Tim Banteng Jatim adalah juara bertahan. Mudah-mudahan tahun ini bisa kembali mempertahankan gelar di Soekarno Cup,” tambahnya.
Sementara itu, Manajer Banteng Jatim U-17 Daniel Rohi mengaku puas dengan pelaksanaan seleksi yang mendapat respons besar dari masyarakat.
Menurutnya, pada seleksi sebelumnya di Banyuwangi diikuti 216 pemain, di Blitar 500 pemain, dan di Malang 250 pemain.
“Kami sangat puas karena antusiasme masyarakat sangat tinggi. Kami optimistis seleksi berikutnya di Surabaya juga akan diikuti banyak pemain, tidak hanya dari Surabaya tetapi juga dari Sidoarjo, Mojokerto, Gresik dan Lamongan,” ungkap Rohi.
Rohi menjelaskan, dari rangkaian seleksi tersebut tim pelatih nantinya akan memilih 18 pemain terbaik untuk memperkuat Banteng Jatim U-17, ditambah empat pemain lama yang sebelumnya turut mengantarkan tim ini meraih gelar juara.
Namun demikian, ia mengakui persaingan pada Soekarno Cup 2026 dipastikan semakin berat. Pasalnya, jumlah peserta yang sebelumnya hanya delapan tim kini meningkat menjadi 16 tim.
“Tentu persaingan akan lebih ketat dibanding tahun sebelumnya. Tapi kami optimistis tim Banteng Jatim tetap mampu bersaing dan memberikan yang terbaik,” pungkas Rohi. (Ghufron/red)






