KEDIRI, BUSERJATIM.COM-Dunia Pendidikan telah di Sorot atas dugaan Kekerasan tepatnya Di SMPN 1 ngasem, Kepala Sekolah SMPN 1 Ngasem, Berdi Prayitno, S.Pd., M.M.Pd, berikan klarifikasi terkait pemberitaan Dugaan pemukulan terhadap salah satu siswa yang dinilai tidak sesuai dengan fakta yang ada di lapangan.
“Ia menjelaskan, informasi yang telah beredar tersebut , terjadi pada Januari 2026 berdasarkan pengakuan dari siswa yang bersangkutan.
“Kejadian itu terjadi pada Bulan Januari 2026 menurut keterangan siswa,” Ucap siswa didepan awak media, Kamis (9/4/2026).
Namun demikian, Pada Bulan Maret 2026 siswa tersebut telah mengajukan pindah ke SMPN 2 Ngasem tanpa menyampaikan alasan terkait dugaan kekerasan.
“Saat Siswa mengajukan pindah ke SMPN 2 Ngasem yang mana sebelumnya bersekolah di SMPN 1 Ngasem, tidak ada alasan apa pun yang disampaikan terkait adanya kekerasan. Proses mutasi berjalan lancar seperti biasa,” jelasnya.
Berdi Selaku Kepala Sekolah SMPN 1 Ngasem menambahkan, selama bersekolah, siswa tersebut memiliki catatan kedisiplinan yang perlu pembinaan.
“Anaknya memang tercatat agak nakal dan beberapa kali tidak masuk sekolah,” tambahnya.
Terkait tudingan pemukulan, pihak sekolah menegaskan tidak menemukan bukti pendukung yang kuat.
“Tidak ada bukti saat kejadian, baik berupa visum maupun foto. Informasi yang ada hanya berdasarkan cerita belaka dari siswa,” tegasnya.
Dengan demikian, pihak sekolah menyimpulkan bahwa pemberitaan yang beredar saat ini tidak benar dan tidak didukung fakta yang kuat. Meski begitu, sekolah tetap membuka diri terhadap proses klarifikasi lebih lanjut.
“Kami tetap menghormati proses yang berjalan dan siap memberikan keterangan sesuai fakta,” pungkasnya.(Ir)






