Viral! Anggota DPRD Badung Dinilai Angkuh Tanggapi Teguran Presiden

BUSERJATIM.COM –

BADUNG —
Sikap seorang wakil rakyat kembali menjadi sorotan publik. Kali ini datang dari Bima Nata, anggota DPRD Kabupaten Badung, Bali, yang viral di media sosial usai muncul dalam sebuah video menanggapi pernyataan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto terkait persoalan sampah di Pantai Bali.

Bacaan Lainnya

Alih-alih menunjukkan empati dan tanggung jawab moral sebagai pejabat publik, Bima Nata justru tampil santai dan dinilai angkuh. Dalam video yang beredar luas, ia tampak bercelana pendek, mengangkat kaki, sambil menelepon ayahnya yang diketahui menjabat sebagai Wakil Gubernur, saat menanggapi sorotan keras Presiden terhadap kinerja pemerintah daerah.

Gestur tersebut sontak memicu gelombang kecaman publik. Warganet menilai sikap itu tidak etis, tidak pantas, dan mencederai wibawa lembaga DPRD, terlebih di tengah sorotan nasional terhadap Bali sebagai wajah pariwisata Indonesia.

Padahal, Presiden Prabowo Subianto secara terbuka menyampaikan teguran keras dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar Kementerian Dalam Negeri, Senin (2/2/2026). Teguran itu bukan tanpa alasan.

Presiden mengungkapkan keluhan langsung dari pejabat Korea Selatan terkait kondisi pantai di Bali yang dipenuhi sampah, terutama pada Desember 2025.

“Ini maaf ya, gubernur, bupati dari Bali. Ini real loh. Bali bulan Desember 2025, ini pantai Bali, bagaimana turis mau datang ke situ lihat sampah?” tegas Prabowo di hadapan seluruh kepala daerah.

Teguran Presiden tersebut justru langsung ditindaklanjuti secara konkret di lapangan. Hanya sehari berselang, Selasa (3/2/2026), masyarakat bersama gabungan TNI dan Polri menggelar aksi bersih-bersih besar-besaran di Pantai Kuta. Dalam video yang diunggah akun resmi @kelurahan_kuta, tampaklebih aparat dan warga bahu-membahu membersihkan tumpukan sampah laut.

Gubernur Bali Wayan Koster pun menyatakan telah melakukan koordinasi cepat lintas sektor, mulai dari Bupati Badung, Pangdam, Kapolda hingga Danrem, serta memastikan pembentukan Satgas Khusus Penanganan Sampah Pantai Kuta.

Namun di tengah upaya serius tersebut, sikap Bima Nata justru dinilai kontras. Banyak pihak menilai responsnya dalam video seolah meremehkan pesan Presiden, bahkan memberi kesan bahwa kritik Presiden dianggap berlebihan dan seakan-akan pemerintah daerah sudah bekerja maksimal.

Reaksi keras pun membanjiri kolom komentar media sosial, khususnya Facebook. Berikut sejumlah komentar warganet yang viral:

Dechalih Manik Mas:
“Badung sing bani mesuang gajih untuk membayar dinas kebersihan…”

I Nyoman Yadnya:
“Jangan bilang terkesan tidak mengurusi, memang penanganannya sangat lambat pak bos.”

Putu Jay:
“Lebih memilih curhat sama nanangnya daripada ikut turun ke pantai.”

Indrox Mahendra:
“Polemik sampah berkepanjangan di Bali tanpa solusi konkret, itu fakta.”

Lulsu Kamol:
“Apa kinerjanya selama ini?”

Nada kritik publik tak hanya soal bahasa tubuh dan sikap, tetapi juga mempertanyakan kontribusi nyata Bima Nata sebagai anggota DPRD Badung dalam pengawasan kebijakan, penganggaran, dan solusi sistemik persoalan sampah dan banjir yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

Sebagai wakil rakyat, sikap, tutur, dan gestur seorang anggota DPRD bukan urusan pribadi. Ia adalah representasi institusi, amanah rakyat, dan wajah pemerintahan daerah. Ketika Presiden turun langsung memberi peringatan keras demi citra bangsa, publik berharap semua pejabat daerah berdiri di barisan yang sama — bukan bersikap santai, apalagi terkesan arogan.

Catatan Redaksi

Media ini akan terus memantau perkembangan polemik ini dan memberi ruang hak jawab serta klarifikasi kepada Bima Nata, DPRD Kabupaten Badung, serta pihak-pihak terkait dalam video yang beredar. Transparansi dan etika pejabat publik adalah kepentingan masyarakat luas.

Pos terkait