Majalengka – Gelombang pengunduran diri di tubuh KNPI Majalengka terus berlanjut. Sulthan Saddam, pengurus Majelis Pemuda Indonesia (MPI) KNPI Majalengka, secara resmi memberikan surat pengunduran dirinya pada Sabtu, 14 September 2024.
Pengunduran diri ini menambah daftar panjang para pengurus yang sebelumnya telah mengundurkan diri, termasuk Sekretaris, Ketua Harian, dan beberapa anggota pengurus lainnya.
Apalagi surat pengunduran ini hanya diterima oleh bendahara tanpa kehadiran ketua KNPI, Anto Febrianto. Situasi ini menimbulkan pertanyaan mengenai arah dan masa depan organisasi KNPI Majalengka, terutama dengan semakin banyaknya pengurus yang mundur dalam waktu singkat
Keretakan yang terjadi diantara pengurus KNPI Majalengka disinyalir karena keterlibatan Ketua Anto Febrianto dalam politik praktis. Yakni ketika Anto dengan menyatakan dukungan kepada salah satu calon bupati Majalengka di pilkada 2024 dengan membawa nama KNPI.
Meskipun memutuskan untuk mundur, Sulthan tetap memberikan pesan positif dan berharap perubahan yang diharapkan akan segera terwujud.
“Saya berharap setelah saya dan beberapa pengurus lainnya mundur, KNPI Majalengka bisa lebih solid dan mampu menjalankan fungsinya dengan lebih baik. Organisasi ini memiliki potensi besar, dan saya berharap regenerasi kepemimpinan dapat membawa energi baru yang lebih produktif,” ujar Sulthan.
Keputusannya mundur dilatarbelakangi oleh kekecewaannya terhadap kepemimpinan saat ini, terutama terkait dengan rapat pleno untuk membahas penggantian pengurus yang sebelumnya telah mengundurkan diri. Meski telah memberikan teguran dan desakan, rapat pleno tersebut tidak ada hasil.
“Rapat tersebut seharusnya menyelesaikan penggantian pengurus yang telah mengundurkan diri, namun hingga saat ini ketua KNPI tidak bisa menyelesaikan penggantian pengurus tersebut” tegasnya
Meskipun dirinya mundur, Sulthan Saddam berharap KNPI terus maju dan bergerak, mengingat pentingnya peran KNPI sebagai wadah pemuda dalam membangun Majalengka. “Semoga ke depannya, segala permasalahan bisa segera diatasi dan KNPI bisa kembali menjadi organisasi yang kuat dan solid,” tambahnya. (red)






