MOJOKERTO, BUSERJATIM.COM – Seorang lelaki warga Dusun Sidorejo Desa Medowo Kecamatan Kandangan Kabupaten Kediri yang beberapa waktu lalu bertemu dengan tim media dan bercerita tentang pengalaman yang pahit dalam hidupnya.
Sambil minum kopi, Sholikin pun bercerita tentang kisah pernikahan yang dialaminya. “Sekitar setahunan yang lalu datanglah seorang perempuan dengan diantar keluarganya ke rumah saya, dengan tujuan berobat. Atas ijin dari sang kuasa, si perempuan yang sakit ini sembuh” ucapnya, selasa (20/6/23)
“Karena media pengobatannya cukup lama dan takut jadi omongan orang sekitar, maka si perempuan ini meminta untuk di nikahi. Akhirnya terjadi pernikahan sirih secara adat hindu pada hari Jum’at (28/10/22). Dan pernikahan sendiri sah menurut umat hindu karena Leli sudah memeluk agama hindu.” ucapnya
Masih Sholikin “setelah memeluk agama hindu dan menjalani pernikahan sirih secara agama hindu. Munculah prahara rumah tangga yang diduga adanya kemunculan orang ketiga. Habis lebaran idulfitri Leli diambil ibunya dan di bawah pulang ke Mojokerto. Saat mengambil Leli ke rumah saya, ibu Leli berkata sambil mengancam pada Leli “lek koen gak melok mole, ibu tak mati ae” ucapnya dalam dalam bahasa Jawa.” ucap Sholikin
Setelah sekian lama pulang ke Mojokerto, istri saya seakan akan lupa pada saya, tidak ada kabar ke saya, dan yang membuat saya kaget dan menurut informasi yang saya dengar, istri saya mau menikah lagi. Saya gak pernah bertemu istri saya itu 49 hari, tau tau besok hari rabu (21/6/22) istri saya kok sudah mau menikah lagi. Padahal rumah tangga kami selama ini baik baik saja, gak ada itu yang namanya kekurangan atau KDRT, banyak saksinya kalau istri saya disini bahagia. Ucapnya
Sementara itu di tempat terpisah, tepatnya di Desa Gebangmalang Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto, rabu (21/6/23). Leli Mahmudah (istri sirih Sholikin) saat di jumpai tim media di kediaman pak mudin, mengatakan “saya sebenarnya tertekan, saya di paksa menikah, saya di paksa masuk agama hindu, disana saya seperti pembantu. Ucapnya
“Memang waktu itu tanggal 7 Agustus 2022 saya sudah memeluk agama hindu, dan ada surat keterangan memeluk agama hindu (sudhi wadani) dan saya juga sudah menikah di rumah pak Sholikin dengan upacara adat hindu dan di saksikan juga oleh pemuka agama dan juga saksikan orang tua saya”. Ucapnya
Keterangan dari kedua belah pihak bertentangan dan tidak sama. Menurut Sholikin, Leli Mahmudah minta di nikahi tanpa adanya paksaan dan mau memeluk agama hindu sesuai dengan kepercayaannya. Di lain pihak keterangan dari Leli Mahmudah, Sholikin dan orang orang disana memaksanya.
Menurut pak Mudin Masrur saat di jumpai di kediamannya mengatakan “pernikahan ini cacat hukum, kita tunggu saja keputusan dari pak penghulu”. Ucap Masrur
Dengan adanya kejadian seperti ini pak penghulu juga bingung dan berkata pada tim media “pernikahan ini tidak bisa kita laksanakan, kita menunggu kabar dari kediri dulu” ucapnya
Kemudian pak penghulu memanggil Leli Mahmudah guna menanyakan kebenarannya, setelah mendengar rangkaian kata dari Leli. Pak penghulu memutuskan pernikahan bisa dilaksanakan hari ini juga. Ini kan aneh namanya.
Pras






