MADIUN, BUSERJATIM.COM GROUP, 30 Juli 2025 – Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125 Kodim 0803/Madiun terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Ngranget, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun.
Kegiatan ini merupakan bagian dari sasaran fisik TMMD ke-125 yang dilaksanakan sebagai wujud kepedulian TNI terhadap masyarakat kurang mampu, sekaligus bentuk nyata pengabdian TNI sebagai tentara rakyat. Rehabilitasi RTLH ini menyasar rumah-rumah warga yang sebelumnya dalam kondisi memprihatinkan, agar menjadi tempat tinggal yang layak, sehat, dan aman.
Komandan Kodim 0803/Madiun selaku Dansatgas TMMD, Letkol Kav Widhi Bayu Sudibyo, menjelaskan bahwa program rehabilitasi RTLH ini tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, namun juga mengedepankan semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat.
“Melalui TMMD ini, kami ingin menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Rehabilitasi RTLH adalah bentuk perhatian TNI terhadap kesejahteraan rakyat. Kami bekerja bahu-membahu bersama warga untuk mewujudkan hunian yang lebih layak dan manusiawi,” ujar Letkol Kav Widhi Bayu Sudibyo.
Proses rehabilitasi dilakukan dengan standar bangunan layak huni, mulai dari perbaikan atap, dinding, lantai, hingga sanitasi. Tidak hanya itu, dalam pelaksanaannya, Satgas TMMD juga melibatkan pemilik rumah dan masyarakat sekitar, sehingga tercipta kedekatan emosional serta rasa memiliki terhadap hasil pembangunan.
Salah satu penerima manfaat, bapak Yasar, mengaku sangat bersyukur dan terharu dengan perhatian dan bantuan yang diberikan oleh Satgas TMMD.
“Saya tidak menyangka rumah saya bisa diperbaiki seperti ini. Terima kasih TNI, terima kasih TMMD. Ini benar-benar mimpi yang jadi kenyataan,” ungkapnya.
Program TMMD ke-125 akan berlangsung selama 30 hari dengan target sasaran fisik dan non-fisik lainnya di wilayah Kodim 0803/Madiun. Dengan kegiatan ini, TNI kembali menegaskan bahwa keberadaannya di tengah masyarakat adalah bagian dari jati diri sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, dan tentara profesional.






