Etika dan Ancaman Keamanan dalam Membagikan Nomor WhatsApp Tanpa Izin: Tanggung Jawab Moral dan Profesionalisme Satpam

DENPASAR, BUSERJATIM.COM GROUP – Dalam era digital yang serba cepat, menjaga privasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kewajiban moral dan profesional, terutama bagi personil SATPAM yang memegang peran sebagai garda terdepan keamanan. Salah satu bentuk pelanggaran privasi yang sering terjadi adalah membagikan nomor WhatsApp (WA) seseorang tanpa izin. Meski terlihat sepele, tindakan ini dapat menimbulkan dampak serius dari sisi hukum, etika, dan keamanan.

  • Nomor WA sebagai Data Pribadi

Nomor WhatsApp bukan sekadar angka—ia adalah identitas digital yang terhubung dengan berbagai layanan, akun, dan komunikasi pribadi. Dalam konteks perlindungan data, nomor WA termasuk dalam kategori data pribadi yang dilindungi oleh regulasi seperti:

Bacaan Lainnya
  • UU No. 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi
  • Pasal 26 UU ITE: Menyebarkan data pribadi tanpa izin dapat dikenai sanksi hukum

Prinsip Etika dan Integritas SATPAM

Sebagai personil SATPAM, kita terikat pada prinsip-prinsip penuntun6 seperti:

Prinsip Satpam – Relevansi terhadap Privasi

  1. Disiplin dan Tanggung Jawab – Menjaga kerahasiaan data pribadi.
  2. Integritas dan Kejujuran – Tidak menyebarkan informasi tanpa izin
  3. Sikap Open dan Bijak – Menyampaikan informasi dengan etika dan izin yang jelas
  4. Profesionalisme – Menghindari tindakan yang berisiko hukum dan reputasi

Membagikan nomor WA tanpa izin berarti melanggar prinsip kerahasiaan dan integritas, yang menjadi fondasi utama dalam tugas pengamanan.

Fakta Lapangan: Kebocoran Data WA

Beberapa kasus besar menunjukkan betapa rentannya data nomor WA jika disebarkan sembarangan:

  • 487 Juta Data WhatsApp Diduga Bocor

Seorang anggota forum hacker mengklaim memiliki database nomor WA dari 84 negara, termasuk 130.331 nomor dari Indonesia.

Data ini dijual dan digunakan untuk phishing, spam, dan pemerasan digital.

  • Risiko Serangan Siber

Menurut Kaspersky, memiliki nomor WA seseorang memungkinkan pelaku kejahatan melancarkan serangan seperti doxing, cyberbullying, dan social engineering.

  • WhatsApp Menanggapi Dugaan Kebocoran

Meski Meta membantah kebocoran sistem internal, mereka mengakui bahwa nomor WA bisa dikumpulkan dari berbagai sumber online dan digunakan untuk tujuan jahat.

Langkah Bijak untuk Satpam

Sebagai personil keamanan, berikut langkah-langkah yang harus dijadikan pedoman:

  •  Selalu minta izin tertulis atau lisan sebelum membagikan nomor WA seseorang
  • Gunakan saluran resmi jika perlu menyampaikan kontak antar pihak
  • Laporkan jika ada penyalahgunaan data pribadi kepada atasan atau pihak berwenang
  • Berikan edukasi kepada rekan kerja tentang pentingnya menjaga privasi digital

 

Penutup

Menjaga nomor WhatsApp seseorang bukan hanya soal etika, tapi juga soal keamanan, integritas, dan profesionalisme. Sebagai SATPAM, kita bukan hanya penjaga fisik, tapi juga penjaga informasi. Mari kita buktikan bahwa kita mampu menjadi pelindung yang tidak hanya sigap, tapi juga bijak dan bertanggung jawab.

Narasumber: Aditya HADIWASITO

 

[ dede99 ]

 

Pos terkait