DENPASAR, BUSERJATIM.COM GROUP/ 14 Oktober 2025 — Bali kini memiliki sosok baru di pucuk pimpinan Korps Adhyaksa. Jaksa Chatarina Muliana Girsang resmi menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bali, menggantikan Ketut Sumedana yang dipercaya menempati posisi baru sebagai Kajati Sumatera.
Penetapan ini tertuang dalam Surat Keputusan Jaksa Agung Nomor 854 Tahun 2025, yang ditandatangani langsung oleh Jaksa Agung ST Burhanudin pada 13 Oktober 2025.
Namun, perhatian publik bukan sekadar tertuju pada rotasi jabatan ini. Sosok Chatarina bukanlah nama baru di dunia hukum Indonesia. Ia dikenal sebagai mantan jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang memiliki reputasi garang, cerdas, dan berintegritas tinggi dalam menjerat para pelaku rasuah.
Kehadirannya di Bali menjadi sinyal tegas dan keras:
“Pulau Dewata bukan tempat nyaman bagi para koruptor.”
Perjalanan Panjang Sang Penegak Hukum
Lahir di Jakarta, Chatarina menapaki karier panjang di dunia penegakan hukum. Lulusan Hukum Perdata Universitas Brawijaya Malang dan Akuntansi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi, ia berhasil menyelesaikan dua jurusan sekaligus — cum laude untuk Sarjana Hukum dan meraih IPK 3,4 di bidang Akuntansi.
Pendidikan lanjutannya di S2 Hukum Pidana Internasional Universitas Padjadjaran juga dituntaskan dengan predikat cumlaude.
Sejak awal bergabung di Kejaksaan, Chatarina dikenal berdedikasi tinggi. Ia pernah bertugas di Kejari Bekasi, Kejaksaan Agung, hingga dipercaya sebagai staf khusus Jaksa Agung. Namun puncak kariernya datang pada 2005, ketika ditugaskan di KPK.
Di lembaga antirasuah tersebut, namanya melambung sebagai penjagal koruptor yang tegas namun tetap menjunjung etika hukum.
Cinta dan Ketegasan dalam Menegakkan Keadilan
Bagi Chatarina, menjadi jaksa bukan sekadar profesi, melainkan panggilan hidup. Ia dikenal disiplin, patuh pada aturan, dan teguh memegang asas keadilan.
“Kalau seseorang terbukti tidak bersalah, kita harus berani menyatakan itu. Keadilan bukan hanya menghukum, tapi menempatkan kebenaran di posisi yang seharusnya,” ujarnya dalam wawancara dengan Hukumonline.
Selama bertugas di KPK, Chatarina menangani banyak perkara besar dan mengawal proses hukum dari penyidikan hingga kasasi di Mahkamah Agung. Reputasinya dikenal sebagai jaksa tegas tapi beretika, keras namun adil, dan disiplin tanpa pamrih.
Sinyal untuk Bali: Tak Ada Tempat bagi Korupsi
Penempatan Chatarina di Bali dinilai sebagai langkah strategis Jaksa Agung untuk memperkuat integritas penegakan hukum di daerah pariwisata yang menjadi etalase Indonesia di mata dunia.
Dengan pengalaman dan reputasinya di KPK, publik yakin Chatarina akan membawa angin segar dalam pemberantasan korupsi, kolusi, dan penyalahgunaan wewenang di Pulau Dewata.
Kehadirannya membawa pesan keras:
“Bali harus bersih dari korupsi. Tidak ada kompromi bagi siapa pun yang bermain di wilayah abu-abu hukum.”
Jaksa, Ibu, dan Pejuang Integritas
Di balik ketegasan dan wibawanya, Chatarina juga dikenal sebagai ibu dan istri yang hangat. Ia kerap menekankan bahwa kesuksesan sejati bagi perempuan adalah kemampuan menyeimbangkan peran sebagai ibu, istri, dan profesional.
Meski sering bekerja hingga larut malam memeriksa berkas perkara, ia selalu menempatkan keluarga sebagai sumber kekuatan moralnya.
Kini, publik menaruh harapan besar di bawah kepemimpinannya agar penegakan hukum di Bali semakin tajam, bersih, dan berintegritas.
Selamat datang di Bali, Jaksa Chatarina Girsang — Penjegal Para Koruptor!
Pulau ini menantikan tangan tegas dan hati tulusmu untuk menjaga keadilan dan kepercayaan publik.






