MADIUN, BUSERJATIM.COM GROUP, 21 Agustus 2025 — Fajar menyingsing di ufuk timur, menyapu lembut embun di pucuk daun. Desa yang dulu sepi kini bersiap menyambut denyut baru kehidupan. Suara mesin bercampur tawa warga, langkah prajurit menyatu dengan irama tanah yang lama menunggu sentuhan tangan kasih. Hari-hari ini, bukan sekadar pembangunan yang berlangsung, melainkan lahirnya harapan yang tumbuh di setiap jengkal bumi.
Di balik derap langkah para prajurit, terjalin kisah tentang desa yang menapaki babak baru peradaban. Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125, Kodim 0803/Madiun menorehkan karya nyata, jalan makadam yang membelah hamparan sawah dan hutan, menghubungkan hati dan asa warga yang lama terpisah jarak.
Bukan hanya jalan, sentuhan tangan Satgas TMMD juga mengubah wajah desa lewat rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), menjadikannya tempat berteduh yang lebih manusiawi dan penuh kehangatan. Suara palu dan derit kayu berpadu dalam harmoni kerja, menyulam kembali mimpi-mimpi yang sempat terhenti.
Ruang ibadah pun tak luput dari perhatian. Mushola dan masjid yang direhab kini berdiri lebih kokoh, menjadi rumah bagi doa yang mengalun setiap waktu. Sumur bor (SPAM) dan pipanisasi mengalirkan air bersih ke rumah-rumah, memberi kehidupan yang lebih sehat. Sementara itu, penerangan jalan umum kini memecah gulita malam, menjadi penuntun langkah bagi siapa pun yang melintas.
Dansatgas TMMD ke-125, Letkol Kav Widhi Bayu Sudibyo, menyampaikan bahwa seluruh sasaran fisik ini adalah persembahan TNI untuk masyarakat, sebagai wujud kemanunggalan yang tidak hanya berbentuk kata, tetapi nyata dalam karya. “Kami hadir untuk bersama-sama membangun, agar desa tidak hanya indah di siang hari, tetapi juga bercahaya di malamnya, tidak hanya layak untuk ditinggali, tetapi juga membanggakan untuk diwariskan,” ujarnya.
Tahun ini, semua hasil kerja itu menjadi kado terindah bagi bangsa, sebuah persembahan untuk HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. Hadiah yang tidak dibungkus kertas warna-warni, tetapi terbalut peluh, kerja tulus, dan semangat gotong royong. Sebuah bukti bahwa kemerdekaan bukan hanya diperingati, tetapi terus dihidupkan dalam karya nyata untuk rakyat.
Dengan berakhirnya TMMD ke-125, desa kini memiliki wajah baru, jalan yang memudahkan langkah, air yang menghidupi, rumah yang meneduhkan, dan cahaya yang menuntun. Semua menjadi jejak peradaban yang lahir dari gotong royong, dedikasi, dan cinta pada tanah kelahiran, hadiah kemerdekaan yang akan dikenang lintas generasi.






