Sekretaris DPD PROJO JATIM Tomi Hartono Wibowo: Stop Framing Jahat Terhadap Budi Arie Terkait Kasus Judi Online

SURABAYA,BUSERJATIM.COM – Sekretaris DPD PROJO, Tomi Hartono wibowo, angkat bicara terkait maraknya pemberitaan yang menyeret nama Budi Arie Setiadi dalam kasus judi online. Ia mengingatkan publik agar tidak terjebak dalam framing jahat yang menyesatkan dan mencemarkan nama baik Ketua Umum DPP PROJO tersebut.

Pemberitaan soal dugaan alokasi sogokan kepada Budi Arie mencuat usai pembacaan surat dakwaan terhadap empat terdakwa kasus judi online dalam sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Rabu, 14 Mei 2025. Meski demikian, baru sejak Jumat lalu isu ini ramai diberitakan media.

Bacaan Lainnya

“Dalam surat dakwaan disebut adanya alokasi sogokan untuk Menkominfo saat itu, Budi Arie Setiadi. Tapi perlu digarisbawahi, dakwaan tersebut tidak menyebut bahwa Budi Arie mengetahui, apalagi menerima uang haram tersebut,” tegas Tomi Hartono Wibowo dalam keterangannya, Minggu (18/5/2025).

Tomy menekankan bahwa selama menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Budi Arie justru berada di garis depan dalam upaya pemberantasan judi online. Ia meminta masyarakat untuk menelusuri rekam jejak Budi Arie melalui pemberitaan yang faktual.

“Faktanya, Budi Arie tidak tahu soal pembagian sogokan tersebut. Bahkan dalam pemeriksaan oleh penyidik Polri, hal itu telah dikonfirmasi secara jelas,” tambahnya.

Menurut Tomi, pembentukan opini publik melalui informasi yang dipotong-potong dan dipelintir merupakan upaya framing jahat yang bertujuan mendiskreditkan individu tertentu.

“Framing jahat dibangun dari data yang tidak utuh, ditambah narasi subyektif dan insinuatif. Ini berbahaya, karena justru akan menyesatkan masyarakat dan menimbulkan kegaduhan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa proses hukum masih berlangsung secara terbuka di pengadilan. Oleh karena itu, publik sebaiknya bersandar pada sumber informasi yang sahih dan independen.

“Stop narasi sesat dan pembelokan fakta. Jangan gunakan asumsi untuk membunuh karakter seseorang, termasuk Budi Arie Setiadi,” tutup Tomi Hartono Wibowo.

Pos terkait