NGAWI, BUSERJATIM.COM GRUOP- Stunting merupakan kondisi gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis , infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai. Faktor terjadinya stunting biasanya disebabkan oleh sosial ekonomi, status gizi yang kurang baik pada ibu saat hamil, adanya penyakit saat masih bayi dan kurangnya asupan gizi saat bayi.
Rabu, 31 Mei 2023 petugas Puskesmas Karangjati di wilayah kerja Kecamatan Karangjati Kabupaten Ngawi mengadakan kegiatan sosialisasi bagi orang tua anak stunting dan Bumil Resti di pendopo kantor Desa Ploso lor dengan mendatangkan 4 orang bumil dan 11 orang orang tua anak stunting.
Selaku pembicara dari Tim Puskesmas Karangjati, Susi Wuryandari mengajak para Ibu hamil, keluarga dan masyarakat untuk menjaga kebutuhan asupan ibu hamil, karena hal tersebut sangatlah penting bagi kesehatan ibu hamil dan kualitas kesehatan janin. “Karenanya diperlukan peran serta seluruh pihak demi menghasilkan generasi yang berkualitas”, jelasnya.
Menurutnya lagi, terdapatnya satu masalah utama dalam mengatasi tingginya angka stunting yaitu pada masalah kesadaran, dan sosialisasi dengan konsep Fun Learning dan Learning by doing merupakan sarana yang dapat digunakan untuk mengurangi tingginya prevalensi stunting saat ini. Dan respon masyarakat yang positif terhadap kegiatan pengabdian masyarakat yang ada merupakan kunci untuk memecahkan masalah yang ada. Meningkatkan kesadaran masyarakat dapat menjadi acuan utama dalam program penurunan stunting di Desa Ploso lor.
Dikesempatan yang sama, dr.Tria Meila menerangkan jika kepada orang tua balita stunting perlu diberikan KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) mengenai pola asuh yang ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam meneapkan pengasuhan yang tepat pada anak. “Orang tua balita stunting juga perlu diingatkan untuk selalu memperhatikan asupan gizi balitanya dengan cara memberikan menu yang bervariasi sehingga bisa meningkatkan nafsu makan pada balitanya”, terangnya.
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan peserta tentang Stunting dan penyebab gejalanya, meningkatkan pengetahuan peserta tentang resiko tinggi dan pengenalan tanda kelahiran pada kehamilan. Stunting sendiri sebenarnya merupakan keadaan berhentinya pertumbuhan pada anak. Penyebab utama stunting adalah kekurangan gizi pada waktu yang cukup lama. Pemberhentian pertumbuhan meliputi pertumbuhan tubuh dan otak.
Stunting menyebabkan anak memiliki tinggi badan yang lebih pendek dibandingkan anak-anak lain yang seusia dengannya. Stunting juga menyebabkan keterlambatan perkembangan cara berpikir.
Stunting sebenarnya masih dapat dicegah jika orang tua mengambil langkah-langkah penting dalam dua tahun pertama kehidupan seorang anak. Karena jika anak tidak mendapatkan makanan dan perawatan yang tepat selama waktu khusus itu, efeknya bisa sangat berbahaya. (Adv/Aay).






