Malang — Semeru Institut menggelar agenda diskusi publik bertajuk Ngopi Bareng Semeru Institut bersama aktivis dan pegiat gerakan di wilayah Malang Raya. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 27 Januari 2026, bertempat di Kopi Titik Nol, Kota Malang.
Agenda tersebut turut dihadiri oleh perwakilan dari institusi Polri, serta diikuti oleh berbagai elemen aktivis, pegiat sosial, dan komunitas kepemudaan. Diskusi berlangsung dalam suasana santai namun substantif, dengan fokus utama pada pemberian masukan konstruktif terhadap kinerja Polri, khususnya dalam konteks penegakan hukum dan perlindungan generasi muda.
Direktur Semeru Institut menyampaikan bahwa forum ini merupakan ruang dialog terbuka antara masyarakat sipil dan institusi negara. Menurutnya, Polri sebagai alat negara perlu terus mendapatkan masukan dari publik agar kinerjanya semakin responsif, profesional, dan adaptif terhadap tantangan sosial yang berkembang.
“Forum ini kami rancang sebagai ruang tukar gagasan yang sehat. Kami ingin mendorong Polri agar semakin presisi dalam menjalankan tugas, sekaligus membuka ruang kritik dan masukan dari aktivis serta pegiat gerakan,” ujarnya.
Salah satu pembahasan inti dalam diskusi tersebut adalah ancaman paham radikalisme yang menyasar anak-anak dan remaja di bawah umur. Para peserta menyoroti pentingnya peran Polri tidak hanya dalam aspek penindakan, tetapi juga dalam upaya pencegahan melalui pendekatan edukatif, kolaboratif, dan berbasis komunitas.
Semeru Institut menilai bahwa radikalisme terhadap anak merupakan ancaman serius bagi masa depan bangsa. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara Polri, masyarakat sipil, lembaga pendidikan, serta keluarga dalam membangun sistem deteksi dini dan penguatan nilai kebangsaan.
Perwakilan institusi Polri yang hadir menyambut baik masukan dan pandangan kritis yang disampaikan dalam forum tersebut. Diskusi dinilai sebagai bagian dari upaya membangun kepercayaan publik dan memperkuat kemitraan antara Polri dan masyarakat.
Melalui agenda Ngopi Bareng ini, Semeru Institut menegaskan komitmennya untuk terus menjadi jembatan dialog antara aktivis, masyarakat, dan institusi negara, demi terciptanya keamanan, ketertiban, serta perlindungan generasi muda dari pengaruh paham-paham yang bertentangan dengan nilai Pancasila dan keutuhan NKRI






