Sampah menggunung di TPA Klotok keseriusan DLHKP tangani sampah dipertanyakan.

KEDIRI, BUSERJATIM. COM, Masalah sampah menjadi hal yang serius hampir terjadi disetiap daerah. Upaya penanganan masalah sampah baik pemerintah pusat dan pemerintah daerah tanpa dibarengi kesadaran dari masyarakat dalam mengurangi sampah mustahil akan berjalan.

Salah satunya masalah sampah yang ada di Kota Kediri. Dari hasil pengamatan Tim Media dilapangan tumpukan sampah di Tempat Penampungan Akhir (TPA) Klotok sangat memperihatinkan. Dimana tumpukan sampah menjulang tinggi menjadi pemandangan sehari – hari. Seolah sampah yang dibuang di TPA Klotok tidak pernah ada habisnya.

Bacaan Lainnya

Dari keterangan Kepala UPT Kebersihan DLHKP Kota Kediri untuk jumlah sampah yang diangkut dan dibawa ke TPA dalam 1 hari sudah mencapai 500 meter kubik atau setara 160 ton dalam satu hari.

Beberapa alat berat yang digunakan untuk mengurai dan mengatur penampungan sampah terlihat kewalahan dalam mengurai sampah. Sedikitnya ada 3 alat berat yang dikerahkan dilokasi TPA.

Selain permasalahan ada masalah lain yang mendorong Tim Media kelapangan. Diduga ada masalah internal yang terjadi dilokasi TPA, salah satunya adalah permasalahan operator alat berat yang bekerja dilokasi TPA yang diduga operator alat berat belum mempunyai sertifikasi dan kuota Bahan Bakar yang digunakan untuk mensuplay alat berat.

Dari keterangan Sutaji selaku Kepala UPT Kebersihan DLHKP Kota Kediri, pihaknya justru tidak mengetahui terkait informasi operator alat berat yang bekerja di penampungan sampah. Mengenai peralihan dari operator lama ke operator yang baru pun telah ditentukan oleh Kepala DLHKP Kota Kediri berdasarkan SK.

“Mengenai hal itu saya kurang paham mas, nanti bisa langsung komunikasi dengan pak Sur selaku mandor dilapangan.” Jelas Sutaji kepada Tim Media

Sementara itu Pak Sur (panggilan akrab mandor TPA) yang menjelaskan bahwa semua operator yang baru telah diuruskan sertifikasi operator alat berat yang bekerja di TPA. Sedangkan meengenai kapasitas Bahan Bakar yang digunakan untuk mengoperasikan dan menjalankan alat berat kurang mengetahui.

“Untuk operator semua sudah punya sertifikasi mas, dari dinas yang membantu menguruskan dulu. Kalau untuk BBM setiap hari kami diberi kupon untuk membeli BBM jenis Dexlite di SPBU Tamanan. Jadi ada petugas yang mengambil, mengenai jumlahnya silahkan ke kantor dan menghubungi Kabid, Pak Sentot.” Jelasnya

Sedangkan mengenai pekerjaan yang dikerjakan operator alat berat disesuaikan jumlah BBM yang diperoleh dari dinas

Saat dikonfirmasi melalui whatsapp terkait TPA klotok yang ada di kota kediri, dinas DLHKP Sentot selaku kabid.masih slow respon. Bertaut.

Pos terkait